Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA tengah menghadapi peningkatan signifikan dalam insiden kebocoran data, dengan 156,8 juta data dilaporkan bocor. Menanggapi hal tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan upaya menjaga keamanan siber tidak dapat dilakukan BSSN saja.
Master of Engineering sekaligus Deputi BSSN, Selamat Aji Pamungkas, menjelaskan dibutuhkan kolaborasi untuk memperkuat keamanan siber di Indonesia, yang melibatkan empat aktor utama.
“Dasarnya kita ada satu kebijakan namanya Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN). Di situ disebutkan bahwa aktor dari keamanan siber itu ada 4, yaitu pemerintah, industri atau pelaku usaha, komunitas, dan akademisi,” ujar Aji dalam acara peluncuran resmi Defend IT360 di Midaz Senayan Golf, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (5/12)
Aji menambahkan BSSN bisa diibaratkan sebagai polisi siber, yang tugasnya mirip dengan polisi di Indonesia lainnya. Namun, seperti halnya polisi biasa, BSSN tidak bisa menjaga keamanan sepenuhnya tanpa bantuan dari berbagai pihak.
Dalam hal ini, pemilik sistem elektronik, termasuk para pelaku usaha, memiliki tanggung jawab penuh atas keamanan data dan informasi yang mereka kelola, seperti yang diatur dalam UU Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
“Di UU Nomor 71 itu disebutkan bahwa pemilik sistem elektronik bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keamanan data dan informasi. Jadi keamanan data dan informasi itu menjadi tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang IIX dan Data Center Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Michael Takeuchi, menambahkan salah satu tantangan terbesar dalam keamanan siber adalah terkait dengan proses IT, yang melibatkan berbagai tahap.
Salah satu aspek yang penting dalam proses ini adalah pengelolaan data, yang terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu data address (data yang sedang disimpan), data in-transfer (data yang sedang ditransmisikan), dan data in-use (data yang sedang diproses atau digunakan).
Menurut Michael, pengamanan terhadap data in-transfer menjadi salah satu fokus utama, karena data yang sedang ditransmisikan rentan terhadap ancaman yang bisa mengganggu kelancaran sistem keamanan secara keseluruhan.
Michael menjelaskan meskipun proses keamanan siber sudah dirancang dengan baik, dilengkapi SOP yang jelas, teknologi canggih, dan investasi besar pada perangkat firewall serta antivirus, masalah sering muncul dari faktor manusia.
“Nah, sometimes, problem ini tuh ada di people. People ini kadang kita udah punya alatnya, kita udah punya SOP-nya, tapi tidak dijalankan, gitu,”ungkap Michael
Menurut Michael, salah satu solusinya dengan menyediakan media transmisi yang aman dan sulit ditembus.
Oleh karena itu, selain memastikan implementasi SOP yang benar, perlu juga mampu mendeteksi serangan lebih awal untuk menghindari potensi ancaman yang dapat merusak sistem. (Z-1)
DIGITALISASI sering kali menjadi indikator kemajuan masyarakat. Namun, pada saat yang sama hal itu juga memunculkan ancaman dan krisis baru bagi anak-anak
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Percepatan digitalisasi memang membawa efisiensi, namun di sisi lain memperbesar risiko karena menciptakan fragmentasi teknologi dalam sistem keamanan.
Bosan lupa password? Di 2026, teknologi passwordless (passkeys) resmi jadi standar login global. Simak keunggulan dan cara kerjanya di sini.
Penelitian Cybernews menemukan kebocoran hingga 730 TB data pengguna dari ratusan aplikasi AI di Google Play Store akibat praktik keamanan yang lemah dan enkripsi hardcoded.
WhizHack berfokus pada konvergensi IT dan OT, yang menjadi perhatian penting di tengah tren digitalisasi yang semakin berkembang.
Pakar hukum Prof. Harris Arthur Hedar meminta publik tidak menelan mentah narasi media sosial soal Perjanjian Perdagangan Resiprokal RI–AS (ART).
Penelitian Cybernews menemukan kebocoran hingga 730 TB data pengguna dari ratusan aplikasi AI di Google Play Store akibat praktik keamanan yang lemah dan enkripsi hardcoded.
Pengguna Instagram di berbagai negara melaporkan lonjakan notifikasi reset kata sandi yang tidak diminta. Diduga terkait kebocoran data dan maraknya upaya phishing serta pembajakan akun.
Panduan keamanan siber untuk pemula: pahami ancaman umum, praktik kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, VPN, phishing, dan tips melindungi data di perangkat serta cloud.
Nomor telepon pribadi PM Australia Anthony Albanese dan Donald Trump Jr bocor di situs berbasis AI.
Discord alami kebocoran data besar yang memengaruhi dokumen identitas pengguna. Sistem dukungan disusupi untuk mencuri dan memeras data pribadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved