Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 6 November, Parker Solar Probe milik NASA melintas 234 mil (376 kilometer) dari permukaan Venus. Manuver yang menggunakan bantuan gravitasi itu mencuri sebagian momentum Venus untuk mengubah orbitnya sehingga bisa lebih dekat lagi ke matahari.
Parker Solar Probe telah beberapa kali mendekati matahari, tetapi kali ini adalah yang terdekat, hanya sejauh 3,8 juta mil (6 juta km) dari permukaan matahari. Jarak ini kurang dari sembilan kali radius matahari. Saat mencapai titik terdekat, wahana ini melaju dengan kecepatan hampir 435.000 mph (700.000 km/jam), menjadikannya objek tercepat yang pernah dirancang manusia, setara dengan 0,06% kecepatan cahaya.
Misi Parker Solar Probe bertujuan menyelidiki misteri korona matahari, lapisan atmosfer luar yang memiliki suhu jutaan kelvin, jauh lebih panas dibandingkan fotosfer (permukaan matahari) yang hanya beberapa ribu kelvin. Fenomena ini menyerupai bola lampu yang terasa hangat, tetapi udara di sekitarnya ribuan kali lebih panas.
Proses pemanasan korona tidak dapat dijelaskan dengan mekanisme transfer panas biasa, karena akan melanggar hukum kedua termodinamika. Fenomena ini melibatkan medan magnet, yang memainkan peran dinamis dalam fisika korona.
Helium juga memiliki peran penting; pada suhu rendah, helium sebagian terionisasi sehingga memancarkan radiasi dan menjaga suhu stabil. Ketika suhu meningkat, helium sepenuhnya terionisasi, membuatnya lebih sulit memancarkan radiasi dan lebih efektif menjebak panas.
Parker Solar Probe dilengkapi dengan empat perangkat instrumen utama: FIELDS, WISPR, IS-O-IS, dan SWEAP. Instrumen ini bekerja bersama untuk mempelajari korona, angin matahari, dan fotosfer guna menghasilkan gambaran lengkap. Penelitian terbaru menunjukkan gelombang energi medan magnet yang aneh, yang disebut "switchbacks," memainkan peran penting dalam memanaskan korona.
Switchback terbentuk di fotosfer yang turbulen, tempat plasma naik dan turun. Ketika medan magnet yang lurus dan melengkung bertemu, mereka dapat terputus dan tersambung kembali, membentuk lekukan besar berbentuk S. Lekukan ini bergerak menjauh dari matahari ke korona, melepaskan energinya di sana. Para astronom percaya switchback adalah salah satu, jika bukan mekanisme utama, dalam pemanasan korona.
Penelitian ini juga penting untuk memahami cuaca antariksa, termasuk badai plasma dari matahari yang dapat memengaruhi satelit, penerbangan luar angkasa, dan jaringan listrik di Bumi. Memahami peran medan magnet di berbagai wilayah matahari memungkinkan prediksi yang lebih baik dan kesiapan menghadapi badai matahari. (Space/Z-3)
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Para ilmuwan meyakini bahwa Venus akan segera melintasi aliran puing-puing kosmik yang sangat padat, menciptakan pertunjukan cahaya yang luar biasa di atmosfer tebal planet tersebut.
Selama puluhan tahun, buku pelajaran dan pengetahuan populer membuat kita yakin bahwa Venus adalah planet terdekat dengan Bumi.
Selama bertahun-tahun, Venus dikenal sebagai planet yang paling mirip dengan Bumi.
Dengan menggunakan metode yang lebih akurat untuk memperkirakan jarak rata-rata antara dua benda yang mengorbit, kami menemukan bahwa jarak ini sebanding dengan radius relatif
Wahana Akatsuki milik Jepang resmi dinyatakan mati setelah satu dekade mengorbit Venus. Sejumlah misi baru dari NASA, ESA, India, dan Rocket Lab siap melanjutkan eksplorasi.
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Matahari meletuskan ledakan X-Class dan CME raksasa melaju ke Bumi. Badai geomagnetik kuat berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Fenomena pertama gerhana matahari cincin dijadwalkan terjadi pada 17 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved