Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 6 November, Parker Solar Probe milik NASA melintas 234 mil (376 kilometer) dari permukaan Venus. Manuver yang menggunakan bantuan gravitasi itu mencuri sebagian momentum Venus untuk mengubah orbitnya sehingga bisa lebih dekat lagi ke matahari.
Parker Solar Probe telah beberapa kali mendekati matahari, tetapi kali ini adalah yang terdekat, hanya sejauh 3,8 juta mil (6 juta km) dari permukaan matahari. Jarak ini kurang dari sembilan kali radius matahari. Saat mencapai titik terdekat, wahana ini melaju dengan kecepatan hampir 435.000 mph (700.000 km/jam), menjadikannya objek tercepat yang pernah dirancang manusia, setara dengan 0,06% kecepatan cahaya.
Misi Parker Solar Probe bertujuan menyelidiki misteri korona matahari, lapisan atmosfer luar yang memiliki suhu jutaan kelvin, jauh lebih panas dibandingkan fotosfer (permukaan matahari) yang hanya beberapa ribu kelvin. Fenomena ini menyerupai bola lampu yang terasa hangat, tetapi udara di sekitarnya ribuan kali lebih panas.
Proses pemanasan korona tidak dapat dijelaskan dengan mekanisme transfer panas biasa, karena akan melanggar hukum kedua termodinamika. Fenomena ini melibatkan medan magnet, yang memainkan peran dinamis dalam fisika korona.
Helium juga memiliki peran penting; pada suhu rendah, helium sebagian terionisasi sehingga memancarkan radiasi dan menjaga suhu stabil. Ketika suhu meningkat, helium sepenuhnya terionisasi, membuatnya lebih sulit memancarkan radiasi dan lebih efektif menjebak panas.
Parker Solar Probe dilengkapi dengan empat perangkat instrumen utama: FIELDS, WISPR, IS-O-IS, dan SWEAP. Instrumen ini bekerja bersama untuk mempelajari korona, angin matahari, dan fotosfer guna menghasilkan gambaran lengkap. Penelitian terbaru menunjukkan gelombang energi medan magnet yang aneh, yang disebut "switchbacks," memainkan peran penting dalam memanaskan korona.
Switchback terbentuk di fotosfer yang turbulen, tempat plasma naik dan turun. Ketika medan magnet yang lurus dan melengkung bertemu, mereka dapat terputus dan tersambung kembali, membentuk lekukan besar berbentuk S. Lekukan ini bergerak menjauh dari matahari ke korona, melepaskan energinya di sana. Para astronom percaya switchback adalah salah satu, jika bukan mekanisme utama, dalam pemanasan korona.
Penelitian ini juga penting untuk memahami cuaca antariksa, termasuk badai plasma dari matahari yang dapat memengaruhi satelit, penerbangan luar angkasa, dan jaringan listrik di Bumi. Memahami peran medan magnet di berbagai wilayah matahari memungkinkan prediksi yang lebih baik dan kesiapan menghadapi badai matahari. (Space/Z-3)
Selama puluhan tahun, buku pelajaran dan pengetahuan populer membuat kita yakin bahwa Venus adalah planet terdekat dengan Bumi.
Selama bertahun-tahun, Venus dikenal sebagai planet yang paling mirip dengan Bumi.
Dengan menggunakan metode yang lebih akurat untuk memperkirakan jarak rata-rata antara dua benda yang mengorbit, kami menemukan bahwa jarak ini sebanding dengan radius relatif
Wahana Akatsuki milik Jepang resmi dinyatakan mati setelah satu dekade mengorbit Venus. Sejumlah misi baru dari NASA, ESA, India, dan Rocket Lab siap melanjutkan eksplorasi.
Salah satu ilmuwan yang meneliti planet ini, Martha Gilmore, profesor Ilmu Bumi dan Lingkungan di Wesleyan University, menggambarkan hubungan ketiganya seperti saudara kandung
Menjelang akhir Oktober 2025, planet Venus semakin sulit diamati karena posisinya kian rendah di langit timur dan mendekati Matahari.
Matahari meletuskan ledakan X-Class dan CME raksasa melaju ke Bumi. Badai geomagnetik kuat berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Fenomena pertama gerhana matahari cincin dijadwalkan terjadi pada 17 Februari 2026.
SELAMA ini ekor planet sering dikaitkan dengan benda langit tertentu. Namun, riset ilmiah menunjukkan bahwa bumi pun memiliki “ekor” sendiri yang terbentang jauh ke luar angkasa
Sseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian nonkanker/non-CVD.
Medan magnet Bumi terbentuk oleh inti Bumi yang terdiri dari besi cair yang berputar di kedalaman sekitar 2.900 kilometer. Medan ini melindungi permukaan Bumi dari partikel bermuatan
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved