Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TATA surya kita, yang terdiri dari delapan planet utama dan berbagai objek langit lainnya, memiliki banyak bulan yang mengelilingi planet-planet tersebut.
Saat ini, terdapat total 214 bulan yang telah teridentifikasi di berbagai planet. Namun, jumlah ini bisa berubah seiring dengan penemuan bulan baru atau evaluasi kembali dari bulan yang sudah ada.
Jupiter, sebagai planet terbesar di tata surya, memiliki jumlah bulan terbanyak, yaitu 80 bulan. Beberapa bulan terkenal Jupiter adalah Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.
Keempat bulan ini, yang dikenal sebagai Bulan Galilea, merupakan objek penelitian yang menarik karena aktivitas geologi dan potensi adanya air di Europa.
Saturnus, terkenal dengan cincin ikoniknya, memiliki 83 bulan yang telah teridentifikasi. Bulan-bulan seperti Titan, yang lebih besar dari planet Merkurius, dan Enceladus, yang dikenal karena geyser airnya, menjadikan Saturnus sebagai objek menarik dalam astronomi.
Uranus memiliki 27 bulan yang diketahui, sedangkan Neptunus memiliki 14 bulan. Bulan-bulan ini, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan bulan yang ada di Jupiter dan Saturnus, juga menawarkan wawasan penting tentang sejarah dan dinamika planet-planet tersebut.
Mars, planet tetangga kita, memiliki 2 bulan, yaitu Phobos dan Deimos. Sementara itu, Bumi hanya memiliki satu bulan. Bulan kita adalah satu-satunya satelit alami yang telah dijelajahi manusia dan memainkan peran penting dalam stabilitas iklim Bumi.
Merkurius dan Venus adalah dua planet dalam tata surya yang tidak memiliki bulan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kedekatannya dengan Matahari, yang mengganggu gravitasi mereka dalam mempertahankan bulan.
Jumlah bulan di tata surya terus berubah dengan penemuan baru dan penelitian lebih lanjut.
Bulan-bulan ini tidak hanya menambah keindahan tata surya, tetapi juga merupakan objek penelitian yang kaya untuk memahami lebih dalam tentang pembentukan planet dan sejarah sistem solar kita.
Dengan kemajuan teknologi dan eksplorasi luar angkasa yang terus berlanjut, kita mungkin akan melihat penemuan bulan-bulan baru di masa depan. (Z-10)
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Wahana Voyager NASA mengungkap wilayah ekstrem di heliopause, batas Tata Surya dengan ruang antarbintang, dengan suhu mencapai 50.000 kelvin.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Berbeda dengan Bumi yang solid, Matahari berotasi dengan kecepatan yang bervariasi tergantung letak dan kedalamannya.
Pesawat Juno milik NASA menangkap fenomena letusan serentak di Io, bulan Jupiter. Energi yang dihasilkan mencapai 260 terawatt, mengungkap rahasia magma di bawah permukaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved