Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
JAUH di bawah kerak Bumi, batuan cair naik dan turun, menggerakkan pergerakan lempeng tektonik di permukaan planet kita. Para peneliti telah lama memperdebatkan apakah bulan juga memiliki lapisan batuan cair yang terjepit di antara intinya dan bagian luarnya yang padat.
Bukti baru, berdasarkan bagaimana bulan merespons tarikan gravitasi Bumi dan matahari, mendukung hipotesis bulan memang memiliki lapisan batuan cair yang tersembunyi jauh di dalam interiornya.
Seperti halnya Bumi memiliki pasang surut yang dipengaruhi oleh tarikan gravitasi bulan dan matahari, yang menyebabkan lautan di Bumi naik dan turun secara berkala, medan gravitasi planet bergeser, dan planet itu sendiri berubah bentuk, bulan juga mengalami efek pasang surut. Namun, tidak ada lautan di permukaannya seperti di Bumi, efek pasang surut di bulan jauh lebih halus. Meskipun demikian, bulan tetap mengalami perubahan bentuk dan gravitasi.
Baca juga : Pemerintah AS Ingin NASA Kembangkan Zona Waktu Terkoordinasi untuk Bulan
Bagaimana bulan merespons gaya pasang surut ini sangat bergantung pada struktur internalnya. Hal ini berarti respons pasang surut bulan terhadap Bumi dan matahari memberikan petunjuk tentang apa yang tersembunyi di bawah permukaannya.
Upaya sebelumnya untuk mengukur perubahan pasang surut bulan dilakukan selama sebulan, namun dalam penelitian baru ini, para peneliti dapat mengumpulkan data tentang perubahan bulan selama setahun. Data tentang perubahan pasang surut bulan diperoleh dari misi satelit NASA, Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL) dan Lunar Reconnaissance Orbiter.
Dengan menggabungkan distorsi bulanan dan tahunan dalam bentuk dan medan gravitasi bulan dengan informasi lain tentang bulan (seperti kepadatan rata-rata bulan), para peneliti mampu mensimulasikan sifat-sifat interior bulan.
Baca juga : NASA Berencana Jelajahi Dunia Baru yang Mungkin Layak Huni, Oktober Mendatang.
Tim peneliti menemukan bahwa dengan memasukkan lapisan yang lebih lembut di dasar mantel bulan, lebih mudah untuk mereproduksi pengukuran gravitasi yang diamati. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa adanya lapisan material yang lebih lunak di dalam bulan sangat mungkin terjadi.
Para peneliti berspekulasi bahwa jika lapisan batuan cair ini benar-benar ada, lapisan ini mungkin terdiri dari material kaya titanium yang disebut ilmenit. Namun, pertanyaan lebih lanjut masih tersisa—jika lapisan batuan cair ini memang ada, apa sumber panasnya? Penelitian lebih lanjut masih diperlukan sebelum para peneliti dapat menyimpulkan dengan yakin komposisi lapisan ini dan mekanisme apa yang membuatnya tetap hangat.
(Space/Z-3)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Penentuan lintasan asteroid dilakukan melalui metode astrometri, yakni pengukuran posisi objek terhadap latar belakang bintang dari waktu ke waktu.
Teleskop Hubble NASA berhasil menangkap citra paling tajam komet antarbintang 3I/ATLAS. Objek misterius ini melaju hingga 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya.
Walaupun suhu tersebut terlalu panas bagi keberadaan air cair di permukaan, planet ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga untuk memahami "lembah radius,"
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
Para astronom menyebut citra ini sebagai salah satu gambaran paling detail tentang bagaimana bintang seperti Matahari mengakhiri hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved