Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN umur produk merupakan aspek penting dalam menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan sebuah perusahaan. Dengan memahami dan menerapkan konsep product life cycle, perusahaan dapat memastikan bahwa produk mereka tetap relevan dan menarik di pasar.
Sayangnya, product life cycle masih menjadi hal yang kurang diperhatikan oleh banyak perusahaan. Padahal, hal ini sangat penting untuk diperhatikan dalam penjualan sebuah produk. Sebab, pengelolaan umur produk dapat berpengaruh terhadap berbagai hal seperti keberlangsungan bisnis dan hal-hal lainnya.
Sebelum mengetahui tentang pengelolaan product life cycle, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan umur produk. Umur produk atau product life cycle adalah konsep yang menggambarkan tahapan yang dilewati oleh sebuah produk mulai dari pengenalan ke pasar hingga akhirnya ditarik dari pasar.
Baca juga : Direktur Magpie Raih Penghargaan Senior PR Practitioner of The Year 2023
Terdapat empat tahap utama dalam siklus hidup produk. Empat tahap tersebut adalah pengenalan, pertumbuhan, kematangan, dan penurunan. Setiap tahap ini memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri yang harus dikelola oleh perusahaan.
Mengetahui umur produk membantu perusahaan agar tidak hanya bertahan, tetapi juga makin berkembang. Dengan pemahaman yang baik tentang siklus hidup produk, perusahaan dapat mengambil tindakan proaktif untuk memastikan bahwa eksistensi produk di pasaran bisa lebih panjang umurnya.
Mengelola umur produk melibatkan berbagai strategi yang harus diterapkan pada setiap tahap dalam siklus hidup produk. Berikut ini beberapa cara untuk mengelola umur produk secara efektif:
Baca juga : Novrico Tooy Terapkan Strategi Pemasaran yang Menangkan Hati Konsumen
1. Pengembangan Produk
Proses pengembangan produk adalah langkah awal dalam siklus hidup sebuah produk. Tahap ini krusial karena berdampak pada bagaimana produk dapat bersaing di pasar.
Pada tahap ini, perusahaan harus melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen. Pengembangan produk yang sukses memerlukan pemahaman mendalam tentang tren pasar, teknologi baru, dan perilaku konsumen. Dengan menciptakan produk yang inovatif dan relevan, perusahaan dapat memastikan bahwa produk mereka memiliki peluang besar untuk sukses di pasar.
Baca juga : Mengukur Kompetensi Manajerial Melalui Asesmen Kompetensi
2. Strategi Launching
Saat meluncurkan produk, penting untuk memiliki strategi pemasaran yang efektif. Contoh dari hal ini misalkan kampanye iklan yang menarik, penentuan harga yang kompetitif, dan distribusi yang efisien.
Tujuanya adalah untuk memastikan produk dikenal oleh target audiens. Perusahaan harus memilih saluran distribusi yang tepat dan bekerja sama dengan mitra yang dapat membantu memperluas jangkauan pasar. Peluncuran yang sukses memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai departemen dalam perusahaan.
Baca juga : Culture Activation Program Jawara Diresmikan di Appreciation Night 2024
3. Mengelola Pertumbuhan
Pada tahap pertumbuhan, perusahaan harus fokus pada peningkatan produksi dan distribusi. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk memperluas pasar dan meningkatkan brand awareness melalui berbagai saluran pemasaran. Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan segmentasi pasar untuk menjangkau konsumen yang tepat. Selain itu, perusahaan harus memperhatikan feedback konsumen untuk terus meningkatkan kualitas produk.
4. Optimalisasi Kematangan
Ketika produk mencapai tahap kematangan, penting untuk menjaga relevansi produk. Ini dapat dilakukan dengan melakukan pembaruan atau peningkatan.
Perusahaan harus terus memantau persaingan dan menyesuaikan strategi untuk mempertahankan pangsa pasar. Inovasi produk, seperti penambahan fitur baru atau peningkatan kualitas, dapat membantu mempertahankan minat konsumen. Selain itu, perusahaan harus mengoptimalkan efisiensi operasional untuk menjaga profitabilitas.
5. Menangani Penurunan
Pada tahap penurunan, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai opsi seperti mengurangi biaya produksi, mencari pasar baru, atau bahkan memulai pengembangan produk baru untuk menggantikan produk yang mulai usang.
Perusahaan harus menganalisis data penjualan dan tren pasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Jika diperlukan, perusahaan dapat melakukan rebranding atau repositioning produk untuk menarik kembali minat konsumen.
6. Inovasi dan Diversifikasi
Untuk menghindari penurunan yang terlalu drastis, perusahaan harus terus berinovasi dan mendiversifikasi produk mereka. Ini bisa berupa pengembangan fitur baru, peningkatan kualitas, atau meluncurkan varian baru yang dapat menarik konsumen.
Inovasi yang berkelanjutan dapat membantu perusahaan tetap kompetitif di pasar dan menjaga loyalitas konsumen. Diversifikasi produk juga penting untuk mengurangi risiko bisnis dan membuka peluang pasar baru.
Pengelolaan siklus hidup produk membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit dan memakan waktu cukup banyak. Namun, pengelolaan product life cycle menjadi lebih mudah dengan solusi yang dapat membantu seperti Smart Manufacturing dari Telkomsel Enterprise.
Solusi ini menawarkan berbagai fitur, diantaranya adalah Smart Warehouse management, OEE, dan Computerized Maintenance Management System (CMMS). Masing-masing fitur tersebut memudahkan operasional yang dapat membantu pengelolaan product life cycle.
Solusi Smart Manufacturing dapat digunakan dalam berbagai use case. Misalkan, memantau dan mengelola persediaan dengan optimal untuk meminimalkan risiko kekurangan atau kelebihan stok. Selain itu, teknologi ini juga dapat mengelola persediaan untuk memastikan proses produksi berjalan dengan baik untuk meningkatkan kualitas distribusi.
Manajemen umur produk adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan produk di pasar. Dengan memahami setiap tahap dalam product life cycle dan menerapkan strategi yang tepat, perusahaan dapat memaksimalkan umur produk mereka. Menggunakan solusi Smart Manufacturing, #PastiAdaSolusi agar perusahaan dapat terus berinovasi dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. (Z-7)
Telkomsel terus memperkuat ekosistem digital di lingkungan pendidikan dan komunitas lokal di Kalsel, salah satunya melalui Program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEc).
Telkomsel melalui program TERRA bergerak memberikan bantuan telekomunikasi berupa kartu perdana seluler, voucher kuota data seluler bagi korban longsor di Cisarua.
Telkomsel resmi membuka Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang bertema "Level Up The Future with AI” di SMK Negeri 1 Cimahi Jumat (23/1).
LAYANAN Indihome sudah normal setelah sempat mengalami gangguan koneksi dan tidak dapat diakses. Hal itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @Telkomsel, Kamis (22/1).
Telkom memastikan layanan Indihome dan Telkomsel kembali normal setelah gangguan nasional. Simak penjelasan resmi dan kronologinya di sini.
Gangguan internet Indihome dan sinyal Telkomsel dikeluhkan pengguna di Papua, Jawa, Kalimantan, hingga Bekasi. Koneksi tidak stabil mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
PERUSAHAAN harus mampu menjalankan dua mesin secara paralel yaitu menjaga bisnis inti tetap optimal sambil terus melakukan langkah-langkah inovasi terobosan.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di HARRIS Sentul City Bogor, perusahaan dapat memanfaatkan lapangan luas yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas team building secara nyaman dan menyenangkan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
PERUSAHAAN aset kripto Indodax menjalin kolaborasi dengan restoran cepat saji KFC Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved