Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM era digital yang semakin maju, keamanan online menjadi semakin penting. Ancaman seperti phishing dan malware dapat mengancam data pribadi, keuangan, bahkan reputasi Anda secara keseluruhan.
Berikut ini adalah serangkaian langkah dan tips yang dapat Anda terapkan untuk mengurangi risiko jatuh ke dalam jebakan phishing dan serangan malware yang merugikan.
Phishing sering dimulai dari email atau pesan teks yang tampaknya berasal dari institusi terpercaya seperti bank, lembaga pemerintah, atau platform online populer seperti media sosial.
Baca juga : Cara Melindungi Risiko Serangan Siber saat Menggunakan Wi-Fi Publik
Pesan tersebut mungkin meminta Anda untuk memperbarui informasi akun atau mengklik tautan yang seharusnya "darurat."
Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan dari email yang mencurigakan atau pengirim yang tidak dikenal. Verifikasi keaslian pesan tersebut langsung dengan mengunjungi situs resmi institusi terkait.
Sebelum memasukkan informasi seperti nomor kartu kredit atau kata sandi, pastikan bahwa situs web yang Anda kunjungi aman dan sah.
Baca juga : Masyarakat Harus Tanggap Waspadai Penipuan Digital dan Pencurian Data Pribadi
Periksa URL di bilah alamat untuk memastikan bahwa itu dimulai dengan "https://" dan ada ikon gembok di sampingnya.
Ini menandakan bahwa koneksi ke situs tersebut terenkripsi dan data Anda akan aman saat ditransmisikan.
Pastikan sistem operasi, perangkat lunak antivirus, dan aplikasi lainnya selalu diperbarui dengan versi terbaru. Pembaruan ini sering kali mengatasi kelemahan keamanan (vulnerabilities) yang dapat dieksploitasi oleh perangkat lunak jahat (malware).
Baca juga : Waspada, Ada Skema Penipuan Baru yang Menyasar Bisnis Perhotelan
Aktifkan opsi pembaruan otomatis untuk memastikan bahwa Anda selalu mendapatkan perlindungan terbaru.
Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di akun-akun penting seperti email, media sosial, dan perbankan online. 2FA menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan meminta verifikasi tambahan selain memasukkan kata sandi, seperti kode yang dikirimkan ke ponsel Anda.
Ini membuat lebih sulit bagi peretas untuk mengakses akun Anda bahkan jika mereka berhasil mencuri kata sandi Anda.
Baca juga : Peluang Besar, Pelatihan Keamanan dan Perlindungan Data Menyeluruh Dibidik Penyedia Layanan
Phishing sering kali menggunakan tautan atau lampiran yang tampak tidak mencurigakan tetapi sebenarnya berbahaya.
Jangan mengklik tautan yang tidak Anda kenal atau yang terlihat mencurigakan, terutama jika tautan itu dikirimkan melalui email, pesan teks, atau media sosial.
Peretas sering menggunakan teknik ini untuk menyebarkan malware yang dapat merusak atau mencuri data Anda.
Pelajari tanda-tanda umum dari serangan phishing, seperti teks yang buruk, tautan yang tidak berfungsi, atau tekanan untuk mengambil tindakan segera.
Jika ada yang mencurigakan, verifikasi langsung dengan institusi yang bersangkutan menggunakan kontak resmi mereka, bukan melalui tautan atau nomor yang diberikan dalam pesan yang mencurigakan.
Pendidikan tentang keamanan digital tidak hanya penting untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anggota keluarga dan kolega.
Ajarkan mereka cara mengidentifikasi ancaman online dan tindakan yang harus diambil untuk menghindarinya. Peran ini sangat penting untuk mengurangi risiko jatuh ke dalam serangan phishing dan malware.
Backup data penting Anda secara teratur ke penyimpanan yang aman dan terenkripsi. Ini dapat membantu Anda memulihkan data dalam kasus terkena serangan malware atau ransomware.
Pastikan backup data dilakukan secara berkala untuk menjaga keamanan informasi penting Anda.
Instal dan gunakan perangkat lunak antivirus dan keamanan internet yang terpercaya. Pastikan perangkat lunak tersebut aktif dan diperbarui secara teratur untuk melindungi perangkat Anda dari serangan malware dan virus lainnya.
Gunakan juga firewall yang kuat untuk membatasi akses yang tidak sah ke jaringan Anda.
Hindari membagikan informasi pribadi atau rahasia secara online kecuali jika diperlukan dan kepada pihak yang dapat dipercaya.
Berhati-hatilah dengan informasi yang Anda bagikan di media sosial atau platform online lainnya, karena informasi ini dapat digunakan oleh peretas untuk menciptakan serangan phishing yang lebih efektif.
Ketika menggunakan jaringan Wi-Fi publik, hindari untuk melakukan transaksi keuangan atau mengakses informasi sensitif.
Gunakan jaringan Wi-Fi yang aman dan terenkripsi, atau pertimbangkan untuk menggunakan VPN (Virtual Private Network) untuk meningkatkan keamanan saat terhubung dengan internet dari tempat umum.
Sebelum mengunduh aplikasi atau ekstensi browser tambahan, pastikan untuk memeriksa reputasi serta ulasan dari sumber yang terpercaya.
Hindari mengunduh atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal atau tidak terpercaya, karena ini dapat menjadi pintu masuk bagi malware ke perangkat Anda.
Perangkat mobile juga rentan terhadap serangan phishing dan malware. Pastikan untuk menginstal perangkat lunak keamanan yang terpercaya dan aplikasi antivirus di perangkat mobile Anda.
Selalu perbarui aplikasi dan sistem operasi perangkat mobile Anda untuk melindungi dari kerentanan keamanan yang baru terdeteksi.
Sebelum menginstal aplikasi di perangkat Anda, tinjau izin yang diminta oleh aplikasi tersebut. Jika aplikasi meminta izin yang tidak relevan dengan fungsinya, pertimbangkan untuk tidak menginstal aplikasi tersebut.
Izin yang berlebihan dapat memungkinkan aplikasi untuk mengakses data pribadi Anda tanpa izin Anda.
Pantau secara teratur aktivitas akun bank dan kartu kredit Anda untuk mendeteksi transaksi yang mencurigakan atau tidak sah.
Jika Anda menemukan aktivitas yang tidak biasa atau mencurigakan, segera laporkan ke pihak yang berwenang untuk tindakan lebih lanjut dan hindari kerugian lebih lanjut.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat meningkatkan keamanan online Anda dan mengurangi risiko jatuh ke dalam jebakan phishing serta serangan malware yang berbahaya.
Keamanan online adalah tanggung jawab bersama, dan kesadaran akan ancaman cyber adalah langkah awal yang penting untuk melindungi diri sendiri dan informasi pribadi Anda. (Z-10)
Layar Windows Update palsu kini menjadi jebakan untuk menipu pengguna agar mengunduh malware.
Sebuah riset terbaru mengungkap fakta mengejutkan: iPhone dinilai lebih rentan terhadap ancaman digital dibandingkan Android.
Meski sudah mempunyai fitur keamanan, diperlukan solusi tambahan yang andal dalam mem-backup dan mereplikasi data perusahaan.
Aplikasi AmanTerus memiliki fitur App Protection dan fitur Web Protection yang bekerja untuk mengidentifikasi URL dan IP address yang dicurigai berbahaya.
SparkCat menggunakan pembelajaran mesin untuk memindai galeri gambar dan mencuri tangkapan layar yang berisi frasa pemulihan dompet aset kripto.
Investigasi kami menunjukkan bahwa pencuri ini kemungkinan dioperasikan oleh pelaku ancaman berbahasa Indonesia, karena kami menemukan artefak yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
Sebanyak 88,5% serangan bertujuan untuk mendapatkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) dari berbagai akun daring.
Di tengah kondisi tersebut, teknologi pemantauan skor kredit seperti SkorKu menjadi relevan.
PELINDUNGAN data pribadi merupakan fondasi utama ekonomi digital. Kepercayaan digital adalah mata uang baru dalam ekonomi berbasis data.
Bot berbasis AI di media sosial dan aplikasi perpesanan menyamar sebagai pengguna asli, melibatkan korban dalam percakapan berkepanjangan untuk membangun kepercayaan.
Ia menyebut, kebocoran data pribadi warga yang berulang di berbagai platform digital menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap hak privasi masyarakat.
Komisi I DPR menyoroti dugaan praktik aktivasi IMEI ilegal yang melibatkan penyalahgunaan data pribadi turis asing merupakan masalah serius. I
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved