Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH riset terbaru mengungkap fakta mengejutkan, iPhone dinilai lebih rentan terhadap ancaman digital dibandingkan Android. Studi independen dari Counterpoint Research menemukan bahwa perangkat berbasis Android, seperti Google Pixel dan Samsung, menunjukkan kinerja lebih baik dalam menghadapi penipuan online, malware, dan serangan siber lainnya.
Temuan ini muncul bertepatan dengan peluncuran iOS 26.1, yang diklaim membawa peningkatan keamanan baru bagi pengguna iPhone.
Dalam riset yang dikutip dari blog resmi Android dan Google Messages, Counterpoint membandingkan empat ponsel flagship: Google Pixel, Samsung, Motorola, dan iPhone.
Hasilnya cukup mencolok:
Riset yang juga melibatkan survei YouGov mengungkapkan perbedaan persepsi yang signifikan antara pengguna kedua platform.
Data juga menunjukkan, 58% pengguna Android tidak menerima pesan penipuan dalam sepekan terakhir. Sebaliknya, 65% pengguna iPhone justru menerima tiga atau lebih pesan mencurigakan pada periode yang sama.
Keunggulan Android disebut berasal dari penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem keamanannya. Teknologi ini mampu memblokir lebih dari 10 miliar panggilan dan pesan berbahaya setiap bulan, menurut pernyataan tim Phone by Google yang terdiri dari Lyubov Farafonova, Alberto Pastor Nieto, dan Vijay Pareek.
AI di Android diklaim memberikan perlindungan menyeluruh—mulai dari pencegahan phishing, malware, hingga pencurian perangkat.
Meski Android unggul, para pakar tetap menegaskan bahwa tidak ada sistem operasi yang sepenuhnya kebal dari ancaman digital.
Menurut laporan Kaspersky, “Tidak ada jawaban mutlak apakah iOS atau Android lebih aman. Semua sistem memiliki celah.”
Pengguna disarankan untuk:
Riset ini memperlihatkan bahwa Android semakin matang dalam aspek keamanan digital, terutama berkat inovasi AI. Namun, keselamatan data tetap bergantung pada perilaku pengguna.
Baik pengguna iPhone maupun Android, keduanya tetap perlu waspada dan proaktif menghadapi ancaman siber yang terus berevolusi. (Forbes, Counterpoint Research, YouGov, Kaspersky/Z-10)
Layar Windows Update palsu kini menjadi jebakan untuk menipu pengguna agar mengunduh malware.
Meski sudah mempunyai fitur keamanan, diperlukan solusi tambahan yang andal dalam mem-backup dan mereplikasi data perusahaan.
Aplikasi AmanTerus memiliki fitur App Protection dan fitur Web Protection yang bekerja untuk mengidentifikasi URL dan IP address yang dicurigai berbahaya.
SparkCat menggunakan pembelajaran mesin untuk memindai galeri gambar dan mencuri tangkapan layar yang berisi frasa pemulihan dompet aset kripto.
Investigasi kami menunjukkan bahwa pencuri ini kemungkinan dioperasikan oleh pelaku ancaman berbahasa Indonesia, karena kami menemukan artefak yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved