Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pintu Kemana Saja (Pintu), platform jual beli dan investasi aset kripto di Indonesia, meluncurkan fitur baru yakni Pintu Pro, sebuah fitur untuk memaksimalkan pengalaman dan profitabilitas trading bagi trader pro.
"Pintu Pro dilengkapi dengan berbagai tools trading canggih yang dikemas sesuai dengan kebutuhan bagi trader crypto," kata Chief Marketing Officer (CMO) Pintu Timothius Martin di Jakarta, dikutip Jumat (5/7).
Beberapa fitur andalan yang ada di Pintu Pro antara lain, pro charting, order book, beragam jenis tipe order, hingga portofolio tracker dengan interface yang user-friendly untuk memberikan pengalaman trading terbaik.
Baca juga : Jelang Devcon Ethereum di Asia Tenggara, Pintu Gelar Ethereum Meetup Indonesia
Pintu Pro juga memberikan biaya trading yang lebih rendah untuk meningkatkan porsi profitabilitas bagi penggunanya.
"Pintu Pro menerapkan mekanisme fast order execution untuk memperkecil kemungkinan terjadinya slippage atau perbedaan antara harga yang diharapkan dengan yang tereksekusi. Mekanisme ini menjadi penting dalam melakukan transaksi crypto," ujar Timothius.
Selain itu, keuntungan lain Pintu Pro bagi trader adalah dapat melihat order book lebih detail dengan tampilan daftar bid dan ask serta kedalaman pasar sehingga trader bisa menentukan titik jual beli lebih optimal.
Baca juga : Aplikasi Pintu Rayakan Ulang Tahun Ke-4
Pintu Pro mempunyai likuiditas yang lebih dalam, sehingga trader dan investor bisa melakukan transaksi dalam jumlah berapa pun tanpa perlu khawatir harganya bisa terdistorsi.
Aplikasi Pintu menjadi perusahaan berbasis teknologi blockchain yang menghadirkan fitur investasi crypto terlengkap di Indonesia. Tiga fitur utamanya antara lain aplikasi PINTU yang fokus pada investor pemula yang di dalamnya juga banyak fitur menarik seperti Pintu Earn, PTU Staking, Limit Order, dan Auto Dollar-Cost Averaging (DCA).
Fitur kedua adalah Pintu Web3 Wallet sebuah wallet crypto yang memberikan kemudahan akses ke berbagai aset crypto, mengoleksi non-fungible token (NFT), berinteraksi ke beragam Decentralized Applications (dApps), platform Decentralized Finance (DeFi), hingga Decentralized Exchange (DEX).
Fitur ketiga yang terbaru adalah Pintu Pro dengan advanced fitur bagi trader Pro.
"Sejak kami luncurkan pada Mei secara bertahap, Pintu Pro sudah digunakan lebih dari 10 ribu pengguna," tutur Timothius. (Ant/Z-1)
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menyatakan bahwa konsistensi perilisan PoR merupakan bukti stabilitas sistem yang mereka bangun di tengah dinamika pasar kripto.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
Suntikan modal raksasa ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi global, khususnya di sektor pembayaran stablecoin dan akuisisi strategis.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Aset digital seperti kripto mulai dilirik sebagai opsi diversifikasi untuk dana pensiun, terutama oleh generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi finansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved