Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Memahami Volatilitas: Kawan atau Lawan bagi Trader?

Basuki Eka Purnama
09/2/2026 16:06
Memahami Volatilitas: Kawan atau Lawan bagi Trader?
Ilustrasi(Freepik)

DALAM dunia trading, istilah volatilitas sering kali menjadi momok yang menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para trader pemula. Fenomena ini tercermin dalam kondisi pasar sejak pertengahan 2025, saat tingkat volatilitas cenderung menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, bagi mereka yang memahami mekanismenya, pasar yang volatil tidak selamanya berarti buruk.

Apa Itu Volatilitas?

Secara teknis, volatilitas pasar adalah ukuran statistik yang menilai seberapa banyak dan seberapa cepat harga sebuah aset, seperti forex atau kripto, berubah dalam periode waktu tertentu. 

Perbedaan mendasarnya dengan fluktuasi terletak pada intensitasnya: fluktuasi adalah pergerakan naik-turun harga, sementara volatilitas adalah ukuran seberapa ekstrem pergerakan tersebut terjadi.

Kondisi volatilitas tinggi ditandai dengan harga yang bergerak naik atau turun secara tajam dalam waktu singkat. 

Sebaliknya, volatilitas rendah menunjukkan pergerakan harga yang lebih stabil dan berubah perlahan. 

"Volatilitas justru dinantikan oleh trader berpengalaman karena mereka bisa memaksimalkan potensi profit mereka," ujar pakar trading Muhammad Agam.

Pemicu Gejolak Harga

Beberapa faktor utama yang memicu dinamika ini antara lain:

  • Sentimen Pasar: Reaksi emosional investor terhadap berita atau isu global.
  • Kondisi Ekonomi: Rilis data inflasi, suku bunga, dan tingkat pengangguran.
  • Faktor Geopolitik: Peristiwa seperti pemilu atau konflik antarnegara.
  • Likuiditas dan Posisi Pasar: Pasar dengan likuiditas rendah cenderung lebih volatil. Selain itu, tumpukan posisi perdagangan yang searah dapat memicu likuidasi besar-besaran jika terjadi berita tak terduga.

Strategi Menghadapi Volatilitas

Untuk menavigasi pasar yang tidak menentu, trader perlu menerapkan langkah-langkah strategis:

Pertama, pahami profil risiko dengan membatasi risiko per trade maksimal 1-2% dari modal. 

Kedua, manfaatkan fasilitas tambahan seperti bonus deposit untuk memperbesar fleksibilitas modal dan mengurangi tekanan psikologis. 

Sebagai contoh, broker XM menawarkan program bonus deposit hingga US$52.500 yang berlangsung dari 10 Februari hingga 23 Maret 2026. 

"Bonus deposit menawarkan kesempatan bagi trader kecil maupun berpengalaman untuk melindungi modal mereka jika pasar berbalik arah," jelas CMO XM, Panos Lamprakos.

Terakhir, tetaplah fokus pada tujuan jangka panjang dan rutin memantau kalender ekonomi. 

Volatilitas sering kali bersifat sementara, sementara tren jangka panjang cenderung lebih stabil. Seperti yang diungkapkan Warren Buffett, volatilitas bukanlah risiko, melainkan peluang; risiko sebenarnya adalah ketika seseorang tidak memahami apa yang mereka investasikan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya