Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda menegaskan bahwa aplikasi Temu harus memiliki badan hukum dan mempunyai kantor di Indonesia serta memenuhi berbagai persyaratan lainnya, apabila aplikasi e-commerce tersebut ingin hadir di Indonesia.
"Aplikasi Temu ini ketika masuk ke Indonesia harus memenuhi berbagai persyaratan yang memang tertuang dalam Permendag 31/2023 termasuk larangan cross border commerce untuk barang dibawah US$100," ujar Huda saat dihubungi pada Rabu (19/6).
Dan ketika melakukan penjualan langsung dari Tiongkok dengan skema bisnis factory to consumer (f to c) tentu tidak akan mudah bagi aplikasi Temu untuk tampil di dalam negeri.
Baca juga : Reputasi Toko di Marketplace Jadi Hal Penting di Dunia E Commerce
"Karena memang secara aturan dibuat susah. Jikapun emang mau masuk ke Indonesia ya kita tidak bisa dihindari ketika mereka tunduk ke aturan," terang dia.
Lebih lanjut, Huda menerangkan bahwa dengan model bisnis yang mempertemukan produsen langsung kepada konsumen, ia menilai tidak akan mudah bagi produsen Tiongkok untuk berjualan ke Indonesia melalui Temu.
Di sisi lain, ia juga khawatir apabila nantinya aplikasi Temu ini masuk ke Indonesia dan akan tunduk terhadap aturan yang ada.
"Bisa saja mereka hadir, toh udah tunduk sama aturan di dalam negeri," pungkasnya.
(Z-9)
Temu merupakan aplikasi asal Tiongkok yang langsung menghubungkan pabrik negara itu dengan pembeli.
Pemblokiran Temu dilakukan demi melindungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri dari serbuan produk asing melalui penjualan daring.
Memasuki 2026, isu efisiensi operasional semakin menjadi perhatian utama sektor logistik darat di Indonesia
Penghargaan ini memperkuat posisi kedua brand sebagai pilihan terpercaya keluarga Indonesia dalam pemenuhan nutrisi anak melalui kanal digital.
Laporan E-Commerce Global Otto Media Grup 2025 mencatat meskipun e-commerce lintas batas global mencapai hampir US$1,24 triliun, tingkat pembatalannya mencapai sekitar 70%.
Pada tahun 2025 jumlah pengguna internet mencapai 221 juta jiwa atau hampir 80 persen dari total populasi.
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved