Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
THE New York Times menggugat pembuat ChatGPT, OpenAI dan Microsoft, di pengadilan AS pada Rabu (17/12). Surat kabar itu menuduh bahwa model AI perusahaan yang kuat menggunakan jutaan artikel untuk pelatihan tanpa izin.
Melalui chatbot AI mereka, perusahaan-perusahaan tersebut, "Berusaha memanfaatkan investasi besar-besaran The Times dalam jurnalismenya dengan menggunakannya untuk membangun produk substitusi tanpa izin atau pembayaran," kata gugatan tersebut.
Dengan gugatan tersebut, New York Times memilih pendekatan yang lebih konfrontatif terhadap kemunculan chatbot AI yang tiba-tiba. Ini berbeda dengan grup media lain seperti Axel Springer dari Jerman atau Associated Press yang menandatangani kesepakatan konten dengan OpenAI.
Baca juga: OpenAI Rilis Pedoman Mengukur Risiko Bencana Kecerdasan Buatan
The Times, salah satu organisasi berita paling dihormati di Amerika Serikat, menuntut ganti rugi dan perintah agar perusahaan-perusahaan tersebut berhenti menggunakan kontennya serta menghancurkan data yang sudah dikumpulkan.
Microsoft ialah investor besar di OpenAI dan dengan cepat menerapkan kekuatan AI ke produknya sendiri setelah ChatGPT dirilis tahun lalu. Model AI yang mendukung ChatGPT dan Copilot Microsoft (sebelumnya Bing) dilatih selama bertahun-tahun tentang konten yang tersedia di internet dengan asumsi bahwa konten tersebut wajar untuk digunakan tanpa memerlukan kompensasi.
Namun gugatan tersebut menyatakan bahwa penggunaan karya Times untuk menciptakan produk kecerdasan buatan tergolong melanggar hukum karen amengancam kemampuannya dalam menyediakan jurnalisme berkualitas. "Alat-alat ini dibangun dengan dan terus menggunakan jurnalisme independen dan konten yang hanya tersedia karena kami dan rekan-rekan kami melaporkan, mengedit, dan memeriksa fakta dengan biaya tinggi dan dengan keahlian yang cukup," kata juru bicara Times.
Baca juga: Dewan Pers Masih Tunggu Pengasahan Perpres Publisher Rights
Raksasa AI yang sedang berkembang menghadapi gelombang tuntutan hukum atas penggunaan konten internet untuk membangun sistem AI mereka. Tahun lalu penulis Game of Thrones George RR Martin dan penulis fiksi terlaris lain mengajukan gugatan class action terhadap OpenAI karena menuduh startup tersebut melanggar hak cipta mereka untuk mendorong ChatGPT.
Universal dan penerbit musik lain menggugat perusahaan kecerdasan buatan Anthropic di pengadilan AS karena menggunakan lirik berhak cipta untuk melatih sistem AI-nya dan menghasilkan jawaban atas pertanyaan pengguna. Dengan banyaknya tuntutan hukum, Microsoft dan pemain AI Google telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan perlindungan hukum bagi pelanggan yang dituntut karena pelanggaran hak cipta atas konten yang dihasilkan oleh AI-nya. (Z-2)
Momen dramatis saat pemimpin Venezuela Nicolás Maduro muncul di pengadilan New York dengan belenggu kaki. Ia mengaku sebagai tawanan perang atas kasus narkoterorisme.
MENJELANG puncak libur akhir tahun, New York saat ini sedang kewalahan menghadapi krisis kesehatan serius yaitu lonjakan kasus super flu tertinggi
Mamdani menegaskan tekadnya untuk memastikan New York menjadi kota yang aman, inklusif, dan tegas dalam menentang segala bentuk diskriminasi.
Aktor Palm Royale, Ricky Martin, resmi menjual apartemen mewahnya di New York City seharga Rp97 miliar.
Lebih dari selusin demonstran ditangkap di Manhattan setelah mencoba menghalangi operasi imigrasi federal.
Mamdani dan Trump sama-sama berasal dari Queens.
SURAT kabar Israel Haaretz menerbitkan tajuk rencana pada Senin (4/11) yang menentang pemiliknya yang menyebut warga Palestina sebagai pejuang kemerdekaan.
Sebuah surat kabar berusia 112 tahun yang menggambarkan penantian menyakitkan keluarga korban Titanic telah ditemukan di bagian belakang lemari di Inggris.
Jeff Bezos, pemilik The Washington Post, akhirnya memberikan tanggapannya terkait gejolak internal yang terjadi di dalam surat kabar tersebut.
Tindakan provokatif yang tidak bertanggung jawab dari Tiongkok tidak hanya meningkatkan ketegangan di Tiongkok dan Taiwan, tetapi juga mengganggu tatanan aturan internasional.
Pemerintah Inggris berpikir untuk meninjau usulan penjualan Telegraph Media Group ke lembaga dana investasi yang didukung Abu Dhabi atas dasar kepentingan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved