Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INNERGIE, perusahaan asal Taiwan yang fokus pada penyediaan energi, resmi meluncurkan rangkaian produk adaptor daya terbaru.
Sebagai bagian dari Delta Electronics, Innergie memperkenalkan produk power adaptor (charger) dengan mengusung konsep smart, green, and power, sehingga memiliki daya tahan sangat baik dan ramah lingkungan.
Bahkan, adaptor ini bisa digunakan untuk segala perangkat, mulai dari smartphone Android, iPhone, tablet, iPad, hingga laptop.
"Ini yang membuat produk kami lebih unggul ketimbang produk lainnya di pasaran,” ungkap Sales Manager Innergie Michelle melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/12).
Baca juga: Baseus Hadirkan Jajaran Produk Baru untuk iPhone 15
Meskipun kapasitas adaptor charger yang dimiliki lebih besar daripada perangkat, penggunanya tidak perlu takut atas kerusakan yang dialami pada perangkat.
Pasalnya, semua power adaptor merek dagang asal Taiwan itu, dilengkapi fitur smart power allocation sehingga aliran daya yang diberikan dapat disesuaikan dengan perangkat yang terhubung.
“Selain itu, kelebihan power adaptor kami itu plug-nya bisa diganti. Jadi, bila pengguna bepergian ke luar negeri, ia tidak perlu membeli adaptor baru."
"Cukup ganti plug-nya sesuai negara yang dikunjungi. Travel plug kit Innergie terdiri dari standar Eropa, Inggris, Amerika, dan Australia. Jadi lebih aman ketimbang membawa colokan universal," kata Michelle.
Baca juga: Intip Kecanggihan Teknologi Kamera di Galaxy S23 Series 5G, Bikin Konten Wisata Alam Jadi Hidup
Saat ini, Innergie menghadirkan sejumlah varian adaptor untuk pasar Indonesia dengan harga berbeda.
Di antaranya adalah C3 Duo 30W Dual USB-C seharga Rp509 ribu, C6 60W Single USB-C seharga Rp764 ribu, dan C6 63W Dual USB-C Duo seharga Rp917 ribu.
Ia mengatakan untuk tiap pembelian produk power adaptor, Innergie akan memberikan masa garansi selama tiga tahun.
"Kalau adaptor rusak, bisa tukar unit baru gratis. Sebagai tambahan, produk kami ramah lingkungan karena free plastic packaging,” katanya.
Untuk diketahui, kehadiran Innergie di pasar elektronik Tanah Air tak lepas berkat campur tangan PT Lindy Technik Indonesia selaku pihak yang membantu memasarkan produk dari perusahaan asal Taiwan tersebut.
Baca juga: Oppo Luncurkan A98 5G di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya
Direktur Lindy Indonesia Agus Setiawan Wong menjelaskan gagasan untuk membawa Innergie dapat berkiprah di pasar Indonesia lantaran potensi besar brand tersebut.
“Delta Electronics itu punya Innergie sudah sejak 2008. Namun, kenapa mereka tidak melihat pasar Indonesia? Lalu, kami berdiskusi. Akhirnya, Delta tertarik membawa Innergie ke Indonesia,” jelas Agus.
Ia meyakini dengan kualitas yang ada, Innergie bisa segera beradaptasi dan bersaing di pasar elektronik Tanah Air.
Apalagi, kata Agus, pihaknya memasarkan produk Innergie lewat sejumlah platform digital mulai dari e-commerce hingga media sosial.
“Untuk offline, kami juga menggandeng dealer dan distributor yang ada di Indonesia,” tutup Agus. (RO/S-2)
Dengan berat hanya sekitar 900 gram, laptop terbaru Asus iniĀ akan jauh lebih ringan dibandingkan kompetitor utamanya di kelas ultrabook, seperti MacBook Air.
Laptop untuk pelajar juga sering dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik tugas, misalnya desain grafis, pemrograman, atau hanya tugas dasar dan browsing internet.
Akses perangkat yang layak menjadi tantangan bagi sebagian mahasiswa. Hadirnya ritel laptop bersertifikasi dapat menjembatani kebutuhan tersebut.
Chromebook disebut sangat cocok untuk sekolah dengan kebutuhan standar dan berbasis cloud..
Daya tahan baterai harus lama, idealnya mampu bertahan lebih dari 8 jam. Spesifikasi yang cukup adalah RAM 8GB dan penyimpanan SSD 256GB.
Jika Anda sedang mencari laptop baru dengan anggaran sekitar Rp 7 juta, beberapa pilihan dari e-commerce lokal kini hadir dengan spesifikasi multitasking.
Penggunaan kloset duduk dalam durasi yang lama memicu peningkatan tekanan di area tersebut, terutama saat seseorang mengejan.
Asus tidak akan merilis ponsel terbaru sepanjang tahun 2026. Menjadikan Zenfone 12 Ultra bakal menjadi ponsel terakhir yang dikeluarkan perusahaan teknologi asal Taiwan itu.
ASUS Zenfone 12 Ultra dikabarkan akan menjadi ponsel terakhir yang dirilis Asus untuk sementara waktu.
Nokia G26 menawarkan desain modern, kapasitas baterai besar, dan sistem operasi Android 14 yang ringan tanpa aplikasi tambahan yang mengganggu.
HONOR bersiap menyambut tahun 2026 dengan ponsel baru yang bertenaga. Perusahaan teknologi asal Tiongkok itu mengumumkan akan merilis Honor Power 2
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved