Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sosial Facebook memperketat penggunaan platform bagi pengguna remaja, dengan memulai menerapkan setelan privat untuk pengguna yang berusia di bawah 16 tahun.
"Mulai hari ini, setiap orang yang berusia di bawah 16 tahun (atau 18 di beberapa negara) akan mendapat setelan utama privat ketika mereka bergabung ke Facebook," tulis Facebook di blog resmi, Selasa (22/11) WIB.
Setelan privat untuk remaja juga sudah diterapkan pada Instagram, media sosial yang juga berada di bawah Meta Platforms selain Facebook.
Baca juga: Meta Hadirkan Fitur Baru Reels untuk Instagram dan Facebook
Facebook menyarankan pengguna remaja yang sudah memiliki akun di media sosial itu untuk mengubah beberapa setelan menjadi privat, antara lain untuk pengaturan siapa yang bisa melihat daftar pertemanan, laman yang diikuti, dan memberikan komentar pada unggahan publik.
Facebook, sejak tahun lalu, mematikan fitur berkirim pesan dari pengguna usia dewasa ke remaja jika mereka tidak berteman. Platform juga menyembunyikan akun remaja dari rekomendasi orang-orang yang mungkin dikenal, People You May Know.
Yang terbaru, Facebook sedang menguji coba mematikan fitur berkirim pesan dari remaja ke pengguna dewasa yang tidak berteman dengan mereka.
Facebook juga menyembunyikan pengguna dewasa dari rekomendasi People Yoy May Know remaja.
Facebook akan memberikan label 'mencurigakan' pada akun milik orang dewasa yang diblokir atau dilaporkan pengguna remaja.
Sementara di Instagram, Meta sedang menguji coba menghapus fitur berkirim pesan dari akun remaja jika profil mereka pernah dilihat oleh pengguna yang mencurigakan. (Ant/OL-1)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved