Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
McEasy, perusahaan IT startup yang bergerak di bidang manajemen dan pelacakan logistik dengan solusi digital berbasis SaaS (software as a service), turut memperkuat komitmennya dalam mendukung industri logistik dan transportasi Indonesia.
Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaan McEasy pada ajang Logistik & Transportasi Indonesia (IIBT) 2022 di Jakarta International Expo, Kemayoran Hall D1, pada 5-7 Oktober 2022.
"Kami memiliki visi mendigitalisasi semua perusahaan dan pemain logistik di Indonesia menjadi satu ekosistem. Ini jadi salah satu ajang yang tepat bagi McEasy karena banyak klien kami juga ikut pada ajang ini dan jadi kesempatan yang baik pula untuk mengenalkan kepada masyarakat," ujar Chief Business Officer Andi Setiadi dalam keterangannya pada IIBT 2022 di JI Expo, Jakarta, Rabu (5/10).
Terlebih, lanjut Andi, McEasy memiliki visi yang sama dengan prinsip Presiden Joko Widodo bahwa ke depannya Indonesia perlu mengarah pada digitalisasi atau menuju industri 4.0.
"Jadi, kami juga ingin membantu mewujudkan visi Presiden Jokowi itu, melalui dukungan pada perusahaan yang sudah established dan UKM (usaha kecil menengah) yang belum melek teknologi," terang Andi.
Harapannya, lanjut dia, dengan sudah terdigitalisasi dan membentuk suatu ekosistem untuk pelacakan armada serta pemantauan armada dan order-order (pesanan), maka ketika era industri 4.0 berjalan, instansi/perusahaan dan UKM-UKM sudah siap serta memiliki pondasi.
"Contohnya, kami sudah terhubung dengan beberapa brand owner dan principal-principal, salah satunya Kementerian Perhubungan untuk transportasi massal, kami bisa menjembataninya," terang Andi.
Head of Commercial Fahmi Boer menambahkan McEasy juga ingin membantu UKM-UKM naik kelas ketika memasuki era digitalisasi atau industri 4.0, yakni mereka tidak hanya terhubung ke sesama UKM, tetapi juga bisa terhubung ke brand owner dan brand principal.
Fahmi mengatakan sejak didirikan pada 2017 hingga kini, tercatat sedikitnya sudah 300 perusahaan telah menggunakan platform McEasy. "Itu baru perusahaannya saja, belum termasuk karyawan perusahaan yang ikut menggunakan platform McEasy," ucap dia.
Ke depan, target McEasy ialah sebanyak 1 juta kendaraan sudah terintegrasi dalam ekosistem McEasy pada 2025. "Saat ini baru sekitar belasan ribu kendaraan yang terintegrasi dengan McEasy," kata Fahmi.
Karena itu, menurut Fahmi, McEasy akan terus mengedepankan berbagai inovasi untuk memberikan solusi terbaik guna mendukung industri logistik dan transportasi Indonesia yang terintegrasi.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, McEasy memperkenalkan aplikasi Transportation Management System (TMS) Mobile yang baru diluncurkan pada Agustus lalu. Aplikasi mobile ini untuk membantu UKM di bidang logistik dan transportasi dalam memantau informasi aliran barang secara real time.
“Di masa pascapandemi saat ini, UKM dituntut beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke digital," ungkap Co-Founder McEasy Raymond Sutjiono.
"UKM perlu memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan usaha. Hal itu mendorong kami menghadirkan TMS mobile yang dapat digunakan UKM untuk proses perencanaan, pemantauan, alokasi, pengiriman dan monitoring order hingga pengecekan uang jalan supir serta status bahan bakar kendaraan, yang semua dapat dilakukan melalui ponsel pintar atau smartphone,” papar Sutjiono.
Raymond menambahkan sejak pertama kali diluncurkan, TMS terbukti mampu mengefisiensi waktu untuk mengurus kegiatan administratif operasional mitra hingga 60%.
Ia meyakini aplikasi TMS mobile lebih mengefisiensi waktu dikarenakan penggunaannya yang mudah, cepat, dan akurat.
McEasy menawarkan bundle TMS, aplikasi TMS mobile dan Smart Driver App yang dikembangkan sesuai dinamika ekosistem transportasi dan logistik di Indonesia.
Di ajang Transport & Logistic Indonesia 2022, McEasy juga memberikan penawaran spesial berupa potongan harga hingga 50% untuk penawaran langsung di booth McEasy. (RO/OL-09)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kemitraan strategis antara 24 perusahaan rintisan (startup) Indonesia terpilih dengan korporasi dan ekosistem startup luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved