Rabu 28 September 2022, 17:00 WIB

Sicepat Berpartisipasi dalam BUMN Startup Day 2022

Mediaindonesia.com | Teknologi
Sicepat Berpartisipasi dalam BUMN Startup Day 2022

DOK Pribadi.
Dari kiri ke kanan: The Kim Hai, Diaz Hendropriyono, dan Presiden Joko Widodo.

 

SICEPAT Ekspres turut mendukung pemerintah dalam menyatukan sinergi antara BUMN dan perusahaan rintisan (startup) dengan berpartisipasi dalam agenda business matching dan exhibition pada acara BUMN Startup Day 2022. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian BUMN pada 27-28 September di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam partisipasi itu, perusahaan logistik itu bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan PT Telkom Indonesia, Tbk, dan Perum Bulog terkait potensi bisnis dan kerja sama. Pada kesempatan tersebut, Chief Executive Officer Sicepat Ekspres The Kim Hai dan Komisaris Sicepat Ekspres Diaz Hendropriyono menjelaskan tentang motor listrik Volta yang digunakan oleh perusahaan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Tohir. 

"Perseroan sedang dalam proses peralihan kendaraan operasional ke kendaraan listrik. Kami menargetkan untuk selesai direalisasi pada akhir 2022," ujar The Kim Hai dalam keterangan tertulis, Rabu (28/9).

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya untuk membuka acara ini mengatakan kita memiliki potensi pasar digital yang sangat berkembang dan sangat besar sekali sehingga Indonesia perlu menyiapkan strategi agar tidak tertinggal jauh oleh negara-negara lain. "Saya meyakini percepatan dalam rangka membangun masyarakat dan ekosistem digital ini dapat kita capai segera."

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan lima tujuan penyelenggaraan BUMN Startup Day yaitu business matching, investor pitching, rapid mentoring startup, conference, dan exhibition. Menurut penuturan Erick, acara ini diikuti oleh 250 startup yang sudah disesuaikan dengan 12 klaster di Kementerian BUMN, 150 exhibitor, 22 perusahaan BUMN yang berusaha melihat potensi untuk business matching pada startup, serta sekitar 5.000 pengunjung.

"Proyeksi 2030, ekonomi digital Indonesia akan menjadi terbesar di Asia Tenggara yaitu 40% dari total ekonomi di Asia Tenggara untuk digital atau kurang lebih senilai Rp4.500 triliun. Momentum ini juga bersamaan dengan banyak penduduk Indonesia sekitar 54% berada di bawah usia 35 tahun sehingga harus bisa kita memanfaatkan kesinambungan antara ekonomi digital dan sumber dayanya," pungkas Erick.

The Kim Hai menyampaikan dukungannya terhadap acara yang menyatukan pertumbuhan bersama BUMN dan perusahaan startup. "Kami juga memberikan kesempatan kepada rekan yang bergabung bersama kami untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga kesempatan mengembangkan potensi diri secara profesional di tengah kemajuan digital," jelas The Kim Hai. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Mario Tama

TikTok, Fenomena Baru Meraup Cuan di Media Sosial

👤Imam Fachdrian Rachmat 🕔Selasa 31 Januari 2023, 19:50 WIB
Aplikasi media sosial buatan Bytedance yang berasal dari Tiongkok ini berhasil merebut pangsa pasar pengguna di...
Dok. Mekari Sign

Mekari Sign Meluncurkan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai Resmi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 19:32 WIB
Tanda tangan elektronik yang tersedia melalui Mekari Sign sudah tersertifikasi elektronik yang berinduk ke KOMINFO, sehingga sudah sah dan...
Dok. Terra Asri

Startup Ini Berdayakan Petani dengan Berikan Akses ke Pasar dan Permodalan Lewat Aplikasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 18:12 WIB
Aplikasi terutama memberikan kemudahan akses pasar dan sarana produksi pertanian, informasi dan kolaborasi, serta akses modal untuk tumbuh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya