Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Keamanan digital perlu dipahami setiap individu untuk menghindari dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang semakin pasif. Orangtua dihadapkan tugas ganda, yakni menjaga keamanan pribadi dan menciptakan internet sehat bagi anak-anak mereka.
Internet sehat merupakan suatu upaya memastikan anak-anak mengakses internet dengan baik. Sekarang ini anak-anak terkadang mendapat konten yang belum sepantasnya, sehingga bisa dikatakan itu berbau negatif.
“Mungkin bagi kita tidak karena sudah dewasa, tapi bagi mereka yang masih tumbuh kembang, itu berperan sekali dalam proses tumbuh kembang mereka di kemudian hari,” kata Relawan Mafindo, Puji F. Susanti di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (16/7).
Anak-anak, kelompok usia 10-24 tahun, menempati posisi kedua data penetrasi pengguna internet Indonesia berdasarkan usia dengan catatan 75,5 persen. Angka tersebut mungkin akan semakin tinggi jika pendataan dilakukan dari usia tiga tahun yang merupakan digital native.
Sebagai digital migran, orangtua harus berlari lebih capat, sehingga bisa mengajari dan mengawasi anak. Jangan sampai anak mengabaikan risiko internet karena sudah terbiasa menggunakannya. “Orangtua pasti tidak bisa mengawasi anak 24 jam, tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar dan memperbaiki diri dalam pengasuhan, terutama bersama mereka di dunia digital,” ujar Puji.
Lebih lanjut, Puji mengatakan, orangtua harus mengajari anak agar mewaspadai 12 konten negatif di dunia digital. Pornografi, perjudian, kekerasan, pemerasan, provokasi SARA, hingga berita bohong. Konten-konten ini tidak diperkenankan untuk mereka, sehingga bisa dilaporkan ke aduankonten.id. (OL-12)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved