Minggu 10 April 2022, 23:04 WIB

Pelajar 17 Tahun Buat Inovasi Blockchain untuk Majukan Pertanian Indonesia

mediaindonesia.com | Teknologi
Pelajar 17 Tahun Buat Inovasi Blockchain untuk Majukan Pertanian Indonesia

Ist
Collin Junus, 17, pelajar Jakarta Intercultural School, finalis kompetisi International Blockchain Olympiad (IBCOL).

 

SAAT ini ada 7,9 miliar penduduk bumi dan jumlahnya terus bertambah. Bank Dunia memperkirakan bahwa jumlah ini akan terus bertumbuh mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050 dan 11,2 miliar pada tahun 2100.
 
Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, tidak dapat dipungkiri bahwa pertambahan kebutuhan pangan akan berakselarasi secara signifikan.

Oleh karena itu, industri pertanian perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi cryptocurrency dan blockchain demi mengejar pemenuhan kebutuhan pangan dunia dengan sistem produksi yang inovatif.
 
International Blockchain Olympiad, didirikan pada tahun 2017, adalah kompetisi global tahunan yang mengundang siswa seluruh dunia untuk menggali usulan solusi nyata bagi masalah dunia dengan memanfaatkan teknologi blockchain.

Masalah produksi pertanian seperti di atas adalah salah satu contoh masalah dunia yang dapat terbantu dengan teknologi blockchain.

Collin Junus adalah siswa Indonesia pertama yang berhasil mencapai babak final dunia (satu dari 12 finalis delegasi internasional) untuk mewakili Indonesia pada kompetisi International Blockchain Olympiad (IBCOL) tersebut yang terakhir kali diadakan pada Oktober 2021.

Dalam kompetisi yang diikuti 1000 lebih siswa dari 60-an negara tersebut, pelajar Jakarta Intercultural School berusia 17 tahun ini mengangkat penelitian tentang teknologi blockchain dalam membantu meningkatkan proses operasi dan profitabilitas pertanian di negara berkembang seperti Indonesia. 

Baca juga: Instalasi dengan Teknologi Imersif di Museum Nasional

Bekerja sama dengan Dr. Ir. Richard Mengko dari ITB (Institut Teknologi Bandung), dosen dan pakar bidang teknologi dan computer science, Collin melakukan penelitian tentang bagaimana Indonesia dapat menerapkan sistem blockchain untuk petani.

Hal mana manajemen rantai pasok beras dikaitkan dengan integrasi Artificial Intelligence (AI) dan teknologi blockchain untuk efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas. 
 
Siswa Indonesia ini percaya bahwa teknologi blockchain dapat membantu sistem pertanian dengan tiga cara utama berikut:

1. Meningkatkan Efisiensi dan Pelacakan Rantai Pasokan

Teknologi blockchain memungkinkan pelacakan dan penelusuran informasi dalam rantai pasok makanan, sehingga meningkatkan keandalan dan ketersediaan pangan.

Hal ini memungkinkan cara aman untuk menyimpan dan mengolah data, yang memfasilitasi pengembangan dan penggunaan inovasi berbasis data untuk pertanian pintar dan asuransi pertanian berbasis indeks pintar. Manajemen inventaris pertanian yang lebih transparan juga terbantu dengan teknologi blockchain.
 
Penggunaan teknologi blockchain pada pertanian juga dapat meningkatkan produktivitas. Akibat sistem human-to-human yang sering lambat dan tidak efisien, produktivitas biasanya menjadi tidak maksimal.

Melalui teknologi blockchain dan sistem buku besar di mana semuanya transparan, biaya siklus tahunan pertanian dapat ditekan dan efisiensi hasil secara keseluruhan ditingkatkan.
 
2.  Pinjaman mikro untuk petani kecil hingga menengah

Penggunaan luar biasa lainnya dari blockchain di bidang pertanian adalah alternatif bagi petani untuk mendapatkan pinjaman mikro. Petani kecil hingga menengah rata-rata membutuhkan pinjaman sesekali untuk mempertahankan dan menjalankan bisnis mereka.
 
Blockchain dapat membantu petani mendapatkan pinjaman mikro di jaringan pemberi pinjaman di seluruh dunia. Dengan blockchain, petani hanya menanggung beban biaya bunga yang kecil, sehingga membantu mereka mempertahankan dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
 
3. Big Data

Big data memberikan para petani informasi yang dapat meningkatkan produktivitas produksi mereka. Misalnya, data tentang pola curah hujan, siklus air, dan kebutuhan pupuk sehingga dapat memungkinkan petani membuat keputusan yang lebih cerdas.

Seperti tanaman apa yang akan ditanam untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dan kapan waktu panen. Hal ini pada akhirnya meningkatkan volume hasil pertanian dan keuntungan finansial mereka.
 
Dengan sifat kontrak pintar dalam blockchain, teknologi dibuat untuk memberikan keandalan dan keamanan database. Selain itu, karena teknologi blockchain terdesentralisasi dan terbuka, ini berarti data lebih dapat diakses oleh semua orang di dalam sistem.
 
Indonesia beruntung memiliki tanah subur yang luas dan berlimpah, yang menjadikannya salah satu negara pertanian terkemuka di dunia.

Sebagai produsen utama minyak sawit, karet alam, kakao, kopi, teh, singkong, beras, dan rempah-rempah tropis, kemajuan teknologi blockchain sejalan dengan visi untuk memaksimalkan sumber daya dan pemberdayaan masyarakat.
 
Collin percaya bahwa kaum muda harus merangkul munculnya teknologi blockchain untuk menciptakan sistem yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di sekolah, Collin saat ini memimpin klub JIS Metaverse, komunitas berbasis blockchain dengan lebih dari 130 siswa sekolah menengah yang bertujuan untuk membangun, belajar, dan berinvestasi.
 
Sistem pertanian blockchain dapat mengubah proses tradisional yang ada agar memaksimalkan potensi mengambil peran bagian yang lebih adil dari pasar dan produksi yang lebih efisien melalui teknologi. Hal mana tujuan akhirnya adalah memberdayakan petani.
 
Pada masa depan, Collin berharap untuk terus melakukan penelitian dan inovasi tentang bagaimana negara-negara dapat merangkul penggunaan teknologi blockchain untuk mendapatkan keuntungan dalam industri pertanian. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Tokopedia

Bantu Hasilkan Talenta Digital, Tokopedia Academy Hadirkan 18 Program Pelatihan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 23:27 WIB
"Selain mencapai pemerataan pengetahuan melalui teknologi, upaya ini juga ditujukan untuk mendukung upaya pemerintah memenuhi...
Ist

Tingkatkan Pelayanan, Perusahaan Nutrisi Bertransformasi Teknologi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 16:33 WIB
Herbalife Nutrition,  bekerja sama dengan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez) menghadirkan pembayaran non-tunai di Automated...
DOK Pribadi.

TKDN Bangun Negeri melalui Teknologi Sistem Transportasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 16:15 WIB
TKDN merupakan anggota ITS Indonesia (Intelligent Transport System) yang memiliki visi untuk pengembangan mobilitas cerdas digital dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya