Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANG gim Pokemon GO, Niantic, mencabut gim tersebut dari Rusia dan Belarus karena perang yang baru-baru ini terjadi.
Dikutip dari Polygon, Minggu (13/3), gim dari Niantic yaitu Pokemon GO, Pikmin Bloom, dan Ingress tidak bisa lagi diunduh di Rusia dan Belarus.
Niantic menyebut langkah ini merupakan dukungan untuk Ukraina di tengah invasi Rusia.
Baca juga: PlayStation dan Nintendo Tunda Pengiriman ke Rusia
"Kami bersama komunitas global yang mengharapkan perdamaian dan penyelesaian yang cepat untuk kekerasan dan penderitaan di Ukraina," kata Niantic di media sosial.
"Gim Niantic tidak bisa lagi diunduh di Rusia dan Belarus. Dan permainan juga akan segera ditangguhkan di sana," kata Niantic.
Aksi Niantic ini serupa dengan langkah Sony Interactive Entertainmen yang menangguhakan layanan PlayStation Store di Rusia.
Perusahaan konsol game Nintendo menunda pengiriman semua produk mereka ke Rusia dan peluncuran gim untuk Nintendo Switch.
CD Projekt asal Polandia, pengembang gim Cyberpunk 2077, berhenti
menjual gim itu di Rusia dan Belarus. (Ant/OL-1)
Pokemon GO kembali menghadirkan keseruan lewat event tahunannya, Pokemon GO Wild Area: Global 2025.
Lebih serunya lagi, semua Pelatih dapat bermain dan meraih bonus selama Pokemon GO Wild Area: Global, dengan atau tanpa tiket.
Gelaran Pokemon GO City Safari: Jakarta ini menjadi puncak acara dari rangkaian Pikachu's Indonesia Journey.
Selama acara berlangsung, game berbasis Augmented Reality (AR) tersebut menghadirkan pengalaman bermain yang flawless.
Beberapa Grab Point of Interest (POI) dari Sabang sampai Merauke bertransformasi menjadi PokeStop dan Gym, tempat para Pelatih dapat menemukan kejutan-kejutan terbaik dari Grab.
Kolaborasi ini bukan hanya menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga memberikan contoh bagus bagi perkembangan KI lokal.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved