Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN transaksi digital kian meningkat seiring perubahan perilaku masyarakat dalam pembayaran cashless yang memanfaatkan dompet digital hingga tingginya kebutuhan pendanaan atau investasi melalui teknologi bagi pelaku usaha mikro.
Hal ini mendorong industri financial technology (fintech) untuk senantiasa berinovasi dalam membuka akses keuangan seluas-luasnya bagi masyarakat, terlebih pemerintah telah menetapkan target tingkat inklusi keuangan Indonesia naik hingga 90% pada tahun 2024.
Sebagai upaya menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Prasetiya Mulya membuka program terbaru, yaitu S1 Financial Technology di School of Business & Economics, guna menciptakan lulusan berdaya saing tinggi dengan kemampuan mendalam dan semangat inovasi di dunia finansial.
Prof. Agus W. Soehadi selaku Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya menjelaskan," Kondisi pandemi terus mendorong kita untuk senantiasa beradaptasi, di mana pola perilaku konsumen telah berubah ke arah digital."
“Perubahan ini tidak hanya memberikan tantangan namun juga peluang besar bagi pelaku bisnis fintech untuk terus bertumbuh dan berinovasi memenuhi kebutuhan finansial digital masyarakat," jelas Agus dalam keterangan pers, Jumat (22/10).
"Untuk itu, diperlukannya sumber daya manusia terbaik yang mumpuni di bidang ini guna membantu perusahaan menghadirkan solusi-solusi tepat sasaran sebagai response akan kondisi tersebut,” jelas Agus.
Peluang industri fintech juga ditandai dengan pesatnya perkembangan perusahaan start-up di Indonesia.
Di sisi lain, Universitas Prasetiya Mulya menyadari ekosistem bisnis perusahaan start-up belum dibarengi dengan sumber daya investasi unggul guna menunjang keberlangsungan perusahaan.
Hal ini menjadi salah satu fokus utama program S1 Financial Technology yang secara khusus mempersiapkan para lulusannya memasuki lingkungan kerja perusahaan start-up dengan pengetahuan komprehensif akan dunia finansial dan investasi.
Prof. Dr. Djisman Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya menjelaskan hadirnya program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Prasetiya Mulya terhadap upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mengingat pandemi menimbulkan ketidakpastian bisnis dan mengganggu kestabilan perekonomian.
“Prasetiya Mulya melihat adanya kebutuhan revolusi solusi finansial dan dengan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan terkini perusahaan, kami percaya mampu mendorong perkembangan perusahaan fintech, khususnya perusahaan start-up, yang juga berkontribusi membantu Indonesia dalam Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelas Prof. Djisman.
Guna membekali para lulusan dengan kemampuan dan pengetahuan finansial mendalam, kurikulum program S1 Financial Technology dikurasi secara teliti, menggabungkan teori finansial dan investasi dengan praktik studi kasus nyata.
Program ini juga dilengkapi dengan fasilitas Capital IQ, Bloomberg Terminal dan Statista yang menunjang proses pembelajaran mahasiswa.
"Sepanjang program, mahasiswa akan diberikan pengenalan dasar-dasar bisnis dan pengoperasiannya, investasi bisnis hingga berbagai mata kuliah yang mengakomodasi semua perspektif baru dalam dunia keuangan modern dan menyempurnakan keterampilan inovator teknologi," jelasnya.
Prof. Agus menambahkan, jenjang karier program ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam beberapa tahun mendatang.
“Disrupsi teknologi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan membuka beragam jenjang karier yang banyak bersinggungan dengan teknologi antara lain Fintech Business Development, Investment Technology Business Development, Venture Capitalist, dan lainnya,” terang Agus.
Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Prof. Djisman menyampaikan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan keberagaman di tengah meningkatnya kemajuan teknologi dan artificial intelligence.
“Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum tepat untuk menjaga api kolaborasi dalam keberagaman. Civitas Akademik Universitas Prasetiya Mulya berasal dari beragam etnis dan suku, meskipun begitu kesatuan dalam keberagaman adalah nilai yang senantiasa dijunjung oleh universitas, khususnya dalam memberikan sumbangsih bagi negeri, salah satunya melalui program S1 Financial Technology,” tutup Prof. Djisman. (RO/OL-09)
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved