Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKELOMPOK mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan aplikasi android yang dapat digunakan untuk skrining kanker mulut untuk mendeteksi kanker mulut. Aplikasi yang berbasis machine learning tersebut kemudian diberi nama 'Sinoma'.
Aplikasi Sinoma ini diketahui merupakan proyek yang berasal dari pendapatan Kemdikbudristek dalam ajang Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Karya Cipta tahun 2021 ini.
"(Dengan) Sinoma ini, (kami berharap) semakin banyak masyarakat yang peduli kepada kanker mulut. (Kami berharap) pasien bisa mendapatkan penanganan kanker mulut sejak dini sehingga meningkatkan kemungkinan (untuk) sembuh,” tutur salah satu anggota tim Kayla Queenazima Santoso dalam keterangan resmi, Senin (6/9).
Menurut data yang dihimpun dari Global Cancer Observatory (lembaga dibawah WHO atau Wolrd Health Organization), terdapat 5.780 penambahan kasus baru kanker mulut pada 2020 lalu di Indonesia.
Namun, para mahasiswa melihat bahwa penanganan kasus kanker mulut cukup terkendala karena pandemi Covid-19. Ada banyak fasilitas kesehatan gigi mulut yang tutup. Jika pun dibuka, jumlah pengunjung atau pasiennya dibatasi. Hal ini kemudian mengakibatkan berkurangnya kesempatan masyarakat untuk melakukan check up.
Jika kondisi atau permasalahan tersebut tidak segera diatasi, maka akan berakibat fatal kepada masyarakat. Jika kanker mulut tidak sedari awal disadari maka dampaknya akan semakin besar.
“Ketika sudah parah, area kanker bisa lebih besar dari sebelumnya hingga bisa jadi pasien harus kehilangan banyak area mulut karena area tersebut harus diangkat,” jelas Kayla.
Kayla mengatakan bahwa Sinoma dihadirkan agar masyarakat secara mandiri dapat mendeteksi sedini mungkin penyakit kanker mulut tersebut. Dengan hanya memotret bagian mulut yang dicurigai, pengguna aplikasi Sinoma akan menerima prediksi apakah bagian mulut tersebut terkena kanker mulut atau tidak. Pengguna aplikasi pun juga akan diberi rekomendasi tindakan setelah menerika prediksi tersebut
Tidak kurang, aplikasi Sinoma juga menyediakan berbagai informasi seputar penyakit kanker mulut. Terdapat informasi terkait upaya pencegahan, ciri-ciri, dan proses pengobatan penyakit kanker mulut itu sendiri. Untuk memudahkan pengguna, Sinoma juga pun memiliki panduan penggunaan aplikasi.
“Hal ini selaras dengan tujuan yang ingin kami raih yaitu membuat sistem screening dini yang mudah digunakan masyarakat awam, edukatif, dan aman digunakan walaupun saat pandemi,” pungkas Kayla.
Kayla menegaskan bahwa Sinoma hanya untuk keperluan penyaringan semata dan bukan untuk mendapatkan diagnosis. Pegguna terkait tetap disarankan menjadi spesialis untuk mendapat diagnosis tersebut.
Saat ini, aplikasi Sinoma tersebut masih dalam pengurusan administrasi. Setelah proses tersebut selesai, aplikasi pun siap digunakan oleh masyarakat.
Adapun tim mahasiswa UGM adalah Kayla dari Teknik Biomedis 2020, Fathan Hudyaussie Santoso dari Teknologi Informasi 2019, Mutia Fitri Akmalia dari Pendidikan Dokter Gigi 2019 dan Safhira Anggraini Putri dari Pendidikan Dokter Gigi 2020. (H-2)
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Sebuah studi terhadap siswa di Indonesia mengungkapkan bahwa 75% responden merasa lebih termotivasi saat belajar melalui pendekatan gamifikasi.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved