Selasa 29 Juni 2021, 19:41 WIB

Sistem Cloud Jadi Solusi di Era Pendidikan Digital

Siswantini Suryandari | Teknologi
Sistem Cloud Jadi Solusi di Era Pendidikan Digital

DOK AWS
Data center Amazon Web Services (AWS)

 

DIGITALISASI pendidikan sudah digaungkan sejak lama sebelum masa pandemi Covid-19. Pendidikan jarak jauh sebelum era revolusi 4.0 memang masih terbatas pada perguruan tinggi atau institusi tertentu. Namun saat ini, digitalisasi pendidikan telah merata di semua lini. Apalagi saat pandemi membuat pendidikan jarak jauh sebagai pilihan dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Di Indonesia pun demikian. Sejumlah pendidikan tinggi sudah menggunakan cloud untuk mentransformasikan pendidikan. Dalam diskusi panel bertema Cloud sebagai Solusi Menjawab Tantangan dan Peluang Dunia Pendidikan Indonesia yang digelar virtual, Selasa (29/6).

Seperti dilakukan oleh Sekolah.Mu, sebuah platform pendidikan yang berdiri 2019 telah melayani 2,5 juta pengguna. Padahal hanya enam anggota tim di Sekolah.Mu yang mengendalikan platform tersebut.
 
Rhezandra Priatama, Chief Technology Officer (CTO), Sekolah.Mu menjelaskan  Sekolah.Mu menyediakan berbagai program pembelajaran terakreditasi dari anak usia dini hingga sekolah menengah, guru dan pengembangan profesional lainnya. Berkolaborasi dengan sekolah unggul, lembaga kejuruan dan pelaku industri semua program di Sekolah.Mu adalah perpaduan pengalaman online dan offline yang dirancang untuk meningkatkan pembelajaran berkualitas bagi semua orang. Dengan bermigrasi ke Amazon Web Services (AWS) sejak November 2019, dengan memanfaatkan AWS Fargate sebagai lapisan orkestrasi untuk memberikan solusi ketersediaan dan skalabilitas yang tinggi.

"Ketika digabungkan dengan Amazon Elastic Compute Cloud (Amazon EC2), Amazon Relational Database Service (Amazon RDS), Amazon Elasticsearch Service, Amazon ElastiCache dan Application Load Balancer ini membantu Sekolah.Mu membuat platform yang kuat yang dapat dikelola oleh tim kecil," ujarnya.

Dengan memanfaatkan AWS Lambda, Amazon Simple Storage Service (Amazon S3) dan Amazon CloudFront, Sekolah.Mu juga dapat mengembangkan fitur video on demand. Dalam setahun Sekolah.Mu mengklaim berhasil meningkatkan skala produknya untuk melayani lebih dari 2,5 juta pengguna. "Dan sudah membantu mereka meningkatkan tidak hanya pendidikan tetapi juga akses pendidikan dengan juga menjangkau daerah perdesaan dari Sabang sampai Merauke," tambahnya.

Lebih hemat
Hal serupa juga dilakukan oleh IKIP PGRI Bojonegoro, Jawa Timur. Apalagi kampus tersebut punya tujuan para lulusan kampus selain cakap dalam ilmu, juga cakap di bidang teknologi informasi.

"Migrasi ke cloud AWS membuat kehidupan teknologi informasi kami lebih sederhana dengan lebih sedikit perawatan, lebih sedikit biaya dan kinerja yang lebih baik," kata Boedy Irhadtanto, Kepala Infrastruktur TI, IKIP PGRI Bojonegoro.

Setelah migrasi, IKIP PGRI Bojonegoro mengurangi biaya operasional sebesar 30% hingga 40% karena berkurangnya biaya pemeliharaan perangkat keras dan pemantauan pasokan listrik. Staf TI mereka dapat fokus pada pengoperasian aplikasi dan tidak perlu khawatir tentang peningkatan bandwidth dan penggunaan CPU saat siswa mengakses sistem pengelolaan pembelajaran kampus.

Penyelamat server
Lain lagi dengan Universitas Pasundan Bandung. Ferry Mulyanto, administrator sistem TI, Universitas Pasundan menjelaskan bahwa kampusnya mulai bermigrasi ke AWS sejak 2017 dimulai dengan mesin web virtual. Kemudian pada 2018 cloud AWS digunakan untuk meningkatkan kinerja situs web mereka hingga 70%. Dan 2019 cloud AWS digunakan untuk menyelamatkan server akademik dan semua data kampus. "Listrik yang tidak stabil sering kali mengakibatkan perangkat hard disk mogok yang menyebabkan hilangnya data berharga," ungkapnya.

baca juga: Belajar daring

Tan Lee Chew, Managing Director for ASEAN, Worldwide Public Sector, AWS yang juga menjadi pembicara menjelaskan bahwa AWS memiliki komitmen besar pada dunia pendidikan dan transformasi digital menyeluruh di Indonesia.

"Selama pandemi, muncul tren-tren baru dalam dunia pendidikan. Penggunaan teknologi tidak hanya dikaji oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam kegiatan belajar-mengajar, melainkan juga untuk membuat siswa-siswi mamu belajar  mandiri dan menciptakan pengalaman belajar hybrid lewat penggabungan metode pembelajaran online dan offline," kata Tan Lee Chew. (N-1)

 

Baca Juga

Antara/Rony Muharrman.

Mafia Judi Online Berlindung di Domain Go.id, Mengapa?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 17:13 WIB
Ketika situs pakai domain go.id diblokir, seluruh sistem di domain tersebut akan terblokir. Ini akan berimbas pada pelayanan yang...
MI/Dok Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo Perkenalkan WeGrow untuk Dukung Para Penggemar Gaya Hidup Sehat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 08:15 WIB
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya green living dengan memproduksi microgreen dan salad kit di masa-masa awal, WeGrow segera...
idownloadblog.com

Lupa Pola Kunci Ponsel Anda? Ini Solusinya

👤Febby Saraswati 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 08:00 WIB
Bagaimana jika kita lupa dengan pola kunci ponsel kita...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya