Selasa 02 Maret 2021, 04:20 WIB

Satgas Waspada Investasi Blokir Tik Tok Cash dan Snack Video

Muhammad Syahrul Ramadhan | Teknologi
Satgas Waspada Investasi Blokir Tik Tok Cash dan Snack Video

AFP/Nicolas Asfouri
Logo tikTok

APLIKASI TikTok Cash dan Snack Video resmi diblokir. Kedua aplikasi tersebut dinilai berpotensi merugikan pemakainya.

Diketahui kedua aplikasi tersebut menawarkan pendapatan uang kepada penggunanya hanya dengan memperbanyak penonton dari video di sebuah platform.

Satgas Waspada Investasi sudah meminta adanya penghentian kegiatan TikTok Cash dan Snack Video. Untuk Snack Video, Satgas meminta menghentikan kegiatannya karena tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu aplikasi tersebut juga tidak memiliki badan hukum serta izin di Indonesia.

"Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh. Kami juga telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," tegas Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing melalui keterangan tertulisnya, Senin, 1 Maret 2021.

Selain TikTok Cash dan Snack Video, Satgas dalam patroli sibernya juga menemukan 28 entitas kegiatan usaha yang diduga tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. 

Baca juga : Otomatisasi Bantu Kurangi Kecelakaan Kerja di Industri Manufaktur

Rinciannya, 14 kegiatan money game; enam crypto aset, forex, dan robot forex tanpa izin; tiga penjualan langsung/direct selling tanpa izin; satu equity crowdfunding tanpa izin; satu penyelenggara konten video tanpa izin; satu sistem pembayaran tanpa izin; dan dua kegiatan lainnya.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan bahwa terdapat entitas yang telah mendapatkan izin usaha, yaitu PT Brilian Nusantara Mandiri (Bliuntung) karena telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing.

Satgas pada Februari 2021 juga berhasil menemukan 51 kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang berpotensi meresahkan masyarakat karena sering melakukan ancaman serta intimidasi jika menunggak pinjaman. Sejak 2018 hingga Februari 2021 ini Satgas sudah menutup sebanyak 3.107 fintech lending ilegal.

"Satgas Waspada Investasi terus berupaya memberantas kegiatan fintech peer to peer lending ilegal ini, antara lain dengan cara mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum," tegas Tongam. (Medcom.id/OL-7)

Baca Juga

Ist

Tim Indonesia Menangi Kompetisi Global Wirausaha Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 13:23 WIB
Sebagai satu dari enam pemenang, Neurafarm menerima hadiah senilai 20.000 dolar Singapura dalam bentuk pendanaan awal untuk memulai atau...
Dok: SnackVideo

SnackVideo Investasikan Miliaran untuk SnackVideo Creator Academy

👤Retno Hemawati 🕔Senin 12 April 2021, 03:50 WIB
Program baru dari media sosial berbasis video pendek ini mendukung para pengguna untuk menggali dan menampilkan potensi diri melalui video...
ANTARA FOTO/Jojon

Polri Mulai Terapkan Perpanjangan SIM dengan Aplikasi Android

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 11 April 2021, 18:59 WIB
Polri akan segera merilis aplikasi pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang bernama Sinar (SIM Nasional...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya