Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN pengguna internet dan aplikasi di Asia Pasifik masih terfokus pada kenyamanan dan pengalaman pengguna saat berselancar di internet maupun menggunakan aplikasi. Keamanan data pribadi bagi sebagian pengguna merupakan tanggung jawab perusahaan dan pemerintah.
Hal itu terungkap dalam laporan terbaru F5 bertajuk Curve of Convenience 2020: The Privacy-Convenience Paradox. Laporan dari survei secara daring pada 25 Maret-13 April terhadap 4.100 responden (703 responden dari Indonesia) itu menunjukkan 43% konsumen Asia Pasifik berharap perusahaan melindungi data mereka, dengan 32% responden meyakini hal tersebut tanggung jawab pemerintah.
Sedangkan 9 dari 10 pengguna memilih kenyamanan penggunaan yang mulus dibanding keamanan data saat berselancar atau membuka aplikasi. Laporan itu menunjukkan perlu upaya keras menyeimbangkan persepsi keamanan data dan kenyamanan pengguna internet.
Baca juga : Inklusi, Konektivitas Internet dan Perlindungan Konsumen di RI Masih Jauh dari Harapan
Laporan itu juga memperlihatkan keinginan publik pada perusahaan dan pemerintah untuk memperkuat kerangka keamanan data mereka dan memperketat regulasi serta kepatuhan terhadap kebijakan.
“Dengan Covid-19 yang mengubah banyak aspek rutinitas, sebagian besar dari kita telah beradaptasi menuju kenormalan baru yang melibatkan working-from-home hingga aplikasi online untuk perbankan, hiburan, belanja, dan layanan antar makanan yang telah menjadi cara utama kita mengakses barang dan jasa. Dalam situasi yang krusial seperti ini, perusahaan-perusahaan harus bekerja dengan lebih keras dalam membenahi kekuatan keamanan mereka untuk melindungi data pelanggan dan internal perusahaan.” kata Ankit Saurabh, Assistant Lecturer di School of Engineering and Technology, PSB Academy dalam keterangannya.
Agar terus bisa kompetitif dalam kondisi seperti ini, berbagai perusahaan harus terus menyediakan pengalaman digital yang unik, berperforma tinggi, dan aman secara konsisten sembari memenuhi persyaratan dan kewajiban keamanan yang rumit.
Baca juga : Hindari Pencurian Data, Berikut Tips Berinternet Aman
Mereka juga harus memastikan pengalaman pengguna yang nyaman, mulus, dan mudah digunakan. Guna mencapai tujuan ini, perusahaan-peruashaan harus berkaca pada sumber daya yang belum mereka sentuh, yakni para pelanggan.
Laporan Curve of Convenience 2020 menunjukkan, 27% responden bahkan tidak menyadari terjadinya pembobolan pada situs atau aplikasi yang banyak digunakan. Sehingga, sangat penting untuk memperlakukan pelanggan seperti sekutu dalam mencapai tujuan bersama untuk pengalaman digital yang menyenangkan dan aman.
Pengguna, jika dibekali dengan informasi yang tepat, bisa meningkatkan kewaspadaan mereka untuk berbagi data atau bahkan menuntut transparansi mengenai bagaimana data mereka akan digunakan.
Baca juga : Stockbit Perkenalkan Desktop App untuk MacOS dan Windows PC
“Sangat penting bagi para perusahaan-perusahaan untuk membekali tenaga kerja mereka dengan skill yang diperlukan, selain melibatkan pelanggan dalam perjalanan keamanan-kenyamanan ini untuk menghentikan ancaman siber,” kata Saurabh.
Senior Vice President, Asia-Pasifik, Tiongkok, dan Jepang F5 Adam Judd mengatakan, di tengah pandemi, perusahaan-perusahaan harus meningkatkan upaya transformasi digital. Konsumen pun menuntut lebih banyak dari aplikasi yang biasa mereka gunakan untuk bermain, bekerja, dan terhubung.
“Untuk mengintegrasikan kenyamanan dan keamanan, perusahaan-perusahaan harus melibatkan pelanggan secara proaktif di semua tahap pengembangan aplikasi, bukan hanya pada akhirnya saja. Khususnya, di masa ketika konsumsi aplikasi dan rentannya keamanan terus meningkat dari hari ke hari, " jelasnya.
Baca juga : Penetrasi Data Center masih Rendah, Bitera Tangkap Peluang
Judd menambahkan, bermitra dengan pelanggan berarti industri akan semakin tumbuh, dan perusahaan, bersama mitra digitalnya bisa menciptakan solusi yang lebih baik untuk pengalaman mulus dan aman, kapan saja, setiap saat.
"Pada akhirnya, menunjukkan pada pengguna apa yang dipertaruhkan akan membuat mereka merasa harus terlibat untuk melindungi dirinya sendiri," ujarnya.
Di saat pelanggan memilih untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan digital ke perusahaan dan pemerintah, sangat penting bagi perusahaan untuk terus mengedukasi dan bermitra dengan pengguna mengenai konsekuensi pilihan untuk mengorbankan data atau privasi demi pengalaman yang lebih mulus.
Dengan kemitraan itu, perusahaan bisa dengan mudah memanfaatkan solusi teknologi yang lebih canggih untuk mengimplementasikan keamanan yang lebih kokoh sambil memberikan pengalaman tanpa friksi yang diharapkan konsumen. (RO/OL-7)
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Sebuah studi terhadap siswa di Indonesia mengungkapkan bahwa 75% responden merasa lebih termotivasi saat belajar melalui pendekatan gamifikasi.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved