Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat hampir semua kegiatan harus dilakukan di luar rumah. Keingian untuk mengunjungi tempat-tempat menarik di seluruh dunia pun harus ditahan dulu mengingart pandemi covid-19 masih mengganas.
Hal itu pun jadi perhatian platform Google Earth. Platform garapan Google yang berisikan informasi gespasial itu pun membagikan tips yang bisa digunakan bagi yang "Di Rumah Saja" untuk tetap bisa "keliling dunia" lewat fitur-fitur di Google Earth.
Tercatat ada 4 fitur yang bisa digunakan untuk "melihat" dunia dari balik layar komputer atau ponsel itu. Salah satunya fitur "Saya Lagi beruntung". Fitur itu mensimulasikan pengalaman memutar sebuah globe dan mendaratkan jari pengguna di sebuah tempat yang tidak terduga.
Cukup dengan mengklik tombol “dadu”, pengguna bisa belajar tentang dunia dan mengunjungi tempat yang tidak terduga.
Fitur kedua yang bisa dimanfaatkan ialah alat ukur di Google Earth yang bisa memperlihatkan satuan jarak antartempat yang diproyeksikan pengguna. Misalnya saja pengguna Google Earth ingin mengetahui jark rumahnya dengan Patung Liberty di New York, atau bahkan jarak antarpulau di suatu tempat.
Pengguna bisa dengan mudah mengetahui jarak antara lokasi berbeda, panjang jalur, dan luas sebuah tempat. Coba ubah satuan ukurannya, misalnya ke satuan smoot, dan hitung berapa lama harus berjalan, berlari, berenang, mendayung, atau terbang ke tempat favorit yang dituju.
Sebaik apa pengetahuanmu tentang taman-taman nasional di dunia ? Seperti apakah suara pinguin ? Fitur ketiga ini bisa menguji pengetahuan pengguna tentang taman nasional, suara hewan, atau eksplorasi ruang angkasa. Pengguna bahkan bisa menjelajahi dunia bersama Carmen Sandiego.
Baca juga : Apikasi AeroConnect.app Mudahkan Wisatawan Pesan Kendaraan
Para siswa juga dapat mencoba bermain Earth Bingo atau mencari huruf dengan citra satelit. Selain itu, pertimbangkan penggunaan Street View untuk memainkan permainan “Cari benda yang kulihat” secara digital dan cari benda-benda yang ada secara daring dari jalan serta lingkungan dekat rumah siswa, atau bahkan di museum,
Fitur rterakhir yang jadi medium "membunuh" bosan sekaligus edukasi ialah materi dan aktivitas online gratis yang memanfaatkan Google Earth. Para siswa dapat mengasah keterampilan geografis mereka dan menemukan inspirasi bersama National Geographic.
Siswa dapat menghadirkan koleksi video dan rencana pelajaran World Explorers dari PBS Learning Media ke kelas hanya dengan mengklik tombol “Share to Google Classroom”.
Media4Math telah menyusun koleksi materi yang menambahkan konteks dunia nyata ke prinsip-prinsip matematika seperti geometri bangunan puri dan struktur berbentuk lingkaran.
Setelah belajar tentang bentuk, lanjutkan dengan mempelajari suara menggunakan kurikulum Global Oneness Project yang membahas keanekaragaman bahasa dan kelanggengan bahasa daerah dari pengguna bahasa tersebut di berbagai belahan dunia. Kurikulum ini adalah pelengkap dari koleksi audio Google Earth, Celebrating Indigenous Languages.
Pengguna bisa menemukan lebih banyak materi dan aktivitas kelas Google Earth di situs Google Earth Education serta TES, sebuah pusat koleksi materi yang berisi banyak konten penting untuk belajar di rumah.
Pengajar yang ingin berbagi ide tentang pemanfaatan Google Earth dan alat pemetaan di kelas dengan pengajar-pengajar lain dapat mengunjungi Google Earth Education Community Forum yang baru, dan terus mengikuti Google Earth di Twitter dan Facebook. (OL-7)
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved