Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PLN membagi sistem kerja new normal dalam tiga fase. Protokol kerja tertuang dalam surat edaran direksi kepada seluruh pegawai.
MENJELANG hari raya Idul Fitri 1441 H/2020, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau telah mengalirkan listrik di tujuh desa di Provinsi Riau.
Perusahaan telah menyiagakan sebanyak 31 ribu personel untuk menjaga sistem kelistrikan di seluruh Indonesia guna memastikan kondisi listrik andal.
Sebanyak 700 petugas PLN siaga selama 24 jam untuk memastikan pasokan listrik di Bangka Belitung aman selama Idul Fitri.
Hingga 19 Mei 2020, PLN telah berhasil menyelesaikan 16.509 (98%) pengaduan pelanggan dari 16.795 aduan yang masuk ke Contact Center PLN 123.
PLN memaklumi karena hal ini sangat penting dilakukan disaat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pendemi Covid-19 masih bergulir.
Keringanan biaya listrik itu berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020 dibutuhkan dana sekitar Rp3,5 triliun. Perpanjangan kebijakan membutuhkan biaya lebih besar lagi.
PLN mencatat laba bersih Rp4,32 triliun serta laba operasi setelah subsidi pemerintah Rp44,16 triliun dengan EBITDA tahun 2019 Rp81,66 triliun.
Setelah dua bulan menjalankan kebijakan Work from Home (WFH), kini PLN menyiapkan skenario “New Normal” dalam menghadapi pandemi Covid-19.
PLN terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan prima bagi seluruh pelanggan di Tanah Air, serta mengejar target ratio elektrifikasi 100%.
PLN Jawa Timur berencana memperkuat pasokan listrik di Provinsi Jawa Timur.
Ia menegaskan PLN sangat mendukung langkah cepat dan sistematis pemerintah dalam melindungi pelanggan listrik yang paling terdampak covid-19.
Posko tersebut secara proaktif akan menghubungi pelanggan yang teridentifikasi mengalami kenaikan tagihan listrik cukup signifikan.
Anggota Ombudsman Republik Indonesia Laode Ida menyarankan pemerintah melakukan investigasi lebih jauh terkait keluhan kenaikan tagihan listrik yang dialami warganet.
Sebelumnya, PLN mengklaim peningkatan tagihan listrik periode April disebabkan selisih tagihan pada bulan sebelumnya.
Tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik 3 bulan terakhir (Desember, Januari, Februari)
Berdasarkan keluhan tersebut, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Ikhsan Asaad, mengakui, ada sejumlah tagihan listrik yang keliru atau tidak sesuai dengan pemakaian.
Kenaikan tarif dirasakan sejak` 29 Maret lalu. Dalam rentang waktu 7 hari hingga Selasa ini, ia telah mengisi token listriknya sebanyak 6 kali yang masing-masing diisi 50 ribu.
PT PLN (Persero) dinilai kurang melakukan sosialisasi adanya potensi kenaikan penggunaan listrik selama PSBB kepada masyarakat.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved