Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto dirasa sangat disayangkan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur.
63,2 persen masyarakat mendukung dengan alasan Pak Harto dinilai berhasil menghadirkan sekolah dan sembako murah dan 59,1% dengan alasan stabilitas politik yang baik.
Koordinator Pusat DEMA PTKIN Miftahul Rizqy, menegaskan warisan pembangunan yang digagas oleh Presiden ke-2 RI Soeharto masih memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, dinilai mencerminkan bahwa bangsa Indonesia belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalu.
PEMERINTAH pusat diinfokan telah menetapkan sosok peraih gelar pahlawan nasional tahun ini. Sosok tersebut adalah Sultan atau Raja Bima ke-XIV, Sultan Muhammad Salahuddin.
KEPALA Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Tajuddin mengonfirmasi informasi tentang Sultan Bima XIV Muhammad Salahuddin yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
PEMERINTAH disebut telah menetapkan peraih gelar pahlawan nasional tahun ini, ia adalah Sultan Bima XIV bernama Muhammad Salahuddin.
KOALISI Masyarakat Untuk Adili Kejahatan HAM (MUAK) Bali sepakat menolak usulan agar Mantan Presiden Soeharto diberi gelar pahlawan di Indonesia.
KETUA MPR RI Ahmad Muzani menanggapi rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.
Dukungan juga datang dari anggota DPR sekaligus selebritas Nurul Arifin. Ia menilai Soeharto layak menerima gelar kehormatan negara karena kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
MUSTASYAR Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus tak setuju Presiden ke-2 Soeharto diberi gelar Pahlawan Nasional.
PRESIDEN ke-2 Republik Indonesia Soeharto diusulkan kembali menjadi pahlawan nasional pada peringatan hari pahlawan 10 November mendatang.
MUHAMMADIYAH menyatakan dukungannya terhadap Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang menjadi salah satu kandidat penerima gelar pahlawan nasional tahun ini.
Bahkan, kata dia, negara telah mengakui adanya masalah itu melalui TAP MPR yang menyinggung praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di era Orde Baru
Sejarawan Bonnie Triyana mengulas makna pahlawan, sejarah penetapan gelar pahlawan nasional, hingga kontroversi figur seperti Soeharto
MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menuturkan 24 orang masuk dalam prioritas mendapatkan gelar pahlawan nasional. Fadli Zon enggan menyebut ada atau tidak nama Soeharto
Bivitri menambahkan berbagai lembaga baru seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) lahir dari semangat reformasi.
Ketua Komnas HAM 1996-1998 ini menyoroti pernyataan Ketua Dewan Gelar yang mengklaim belum pernah mendengar suara penolakan terhadap usulan tersebut.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved