Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mengenal Raja Bima XIV Sultan Muhammad Salahuddin, Pejuang yang Peduli pada Pemerataan Pendidikan

Putri Rosmalia Octaviyani
08/11/2025 12:22
Mengenal Raja Bima XIV Sultan Muhammad Salahuddin, Pejuang yang Peduli pada Pemerataan Pendidikan
Raja Bima XIV bernama Sultan Muhammad Salahuddin.(Dok. Antara)

PEMERINTAH pusat diinfokan telah menetapkan sosok peraih gelar pahlawan nasional tahun ini. Sosok tersebut adalah Sultan atau Raja Bima ke-XIV, Sultan Muhammad Salahuddin. Informasi penetapan Sultan Muhammad Salahuddin sebagai pahlawan nasional dibagikan oleh Kepala Museum Samparaja, Dewi Ratna Muchlisa, sekaligus juga cucu Sultan Muhammad Salahuddin dan dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima Tajuddin.

Dewi Ratna mengungkapkan, dia telah dihubungi pihak Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres) terkait penetapan tersebut. Pemberian gelar pahlawan nasional secara resmi kepada Sultan Muhammad Salahuddin akan dilakukan saat peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada 10 November 2025 mendatang.

Usulan gelar pahlawan nasional tersebut diajukan bersama sejumlah tokoh nasional lain, seperti Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan aktivis buruh perempuan asal Nganjuk bernama Marsinah.

Lantas siapa sebenarnya sosok Sultan Muhammad Salahuddin? Apa peran dan kiprahnya bagi bangsa Indonesia?

Sultan Muhammad Salahuddin merupakan sultan Bima ke-XIV yang memerintah sekitar tahun 1915 sampai 1951. Sosoknya memiliki peran besar dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan dan memajukan pendidikan masyarakat Bima pada masa penjajahan.

Dalam berbagai catatan sejarah, disebutkan bahwa Sultan Muhammad Salahuddin merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Bima di Pulau Sumbawa, NTB.

Di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin, rakyat bersatu dan bergerak bersama dalam upaya merebut kemerdekaan Bima dari penjajah. Ia juga menjadi penggagas dan penggerak berbagai upaya memejukan pendidikan dan keagamaan di Bima.

Pada tahun 1945, Sultan Muhammad Salahuddin secara tegas menyatakan kesetiaan Bima kepada Republik Indonesia melalui Maklumat 22 November 1945. Selain itu, ia juga berperan dalam membangun infrastruktur pendidikan dan keagamaan seperti mendirikan beberapa sekolah dan Masjid Raya Bima.

Dilansir dari laman repository.um.ac.id/55057/, Universitas Negeri Malang, disebutkan Sultan Muhammad Salahuddin memiliki peran besar dalam meningkatkan Pendidikan Islam di Bima sebelum masa kemerdekaan tahun 1917-1945 dan setelah masa kemerdekaan tahun 1945-1951.

Sultan Muhammad Salahuddin menghadirkan perbuhana dalam dunia pendidikan yang membuat lebih banyak masyarakat bisa mengakses pendidikan. Sebelumnya, saat itu pendidikan hanya dikhususkan untuk kalangan keluarga istana saja akan tetapi saat Sultan Muhammad Salahuddin pendidikan Islam termasuk pembelajaran kitab berlaku untuk seluruh kalangan masyarakat Bima yang sudah memeluk agama Islam.
(Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya