Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Mimpi Bodo/Glimt Kandas di Lisbon, Kjetil Knutsen: Kami Kehilangan Jati Diri

Dhika Kusuma Winata
18/3/2026 05:50
Mimpi Bodo/Glimt Kandas di Lisbon, Kjetil Knutsen: Kami Kehilangan Jati Diri
Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen(AFP/FILIPE AMORIM)

LANGKAH bersejarah Bodo/Glimt di Liga Champions harus terhenti secara menyakitkan di babak 16 besar. Sempat memegang keunggulan agregat telak 3-0 dari laga leg pertama, wakil Norwegia tersebut justru tak berkutik menghadapi kebangkitan dramatis Sporting CP pada leg kedua yang berlangsung di Lisbon, Rabu (18/3) dini hari WIB.

Bermain di hadapan pendukung lawan, Bodo/Glimt dipaksa menyerah dengan skor telak 5-0 melalui babak perpanjangan waktu. 

Hasil ini mengubah keadaan menjadi agregat 5-3 untuk keunggulan Sporting, sekaligus memupus ambisi Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama dalam hampir 30 tahun yang menembus babak perempat final Liga Champions.

Terbebani Situasi

Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, tidak menutupi kekecewaannya atas performa anak asuhnya. 

Ia menilai para pemain tampil terbebani oleh besarnya pertaruhan di laga tersebut, sehingga gagal menunjukkan permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka.

“Kami tidak memainkan pertandingan, kami memainkan momen. Itu (pertandingan) jadi terlalu besar bagi kami,” ujar Knutsen dikutip dari laman resmi UEFA.

Menurutnya, perbedaan mentalitas menjadi kunci pembeda pada laga malam itu. Sementara Sporting tampil lepas mengejar ketertinggalan, Bodo/Glimt justru terjebak dalam rasa khawatir akan melakukan kesalahan.

“Sporting bermain tanpa beban, sementara kami sejak sentuhan pertama sudah memikirkan konsekuensinya. Itu membuat kami pasif," imbuh Knutsen.

Kronologi Kebangkitan Sporting

Dominasi tuan rumah sudah terasa sejak peluit pertama dibunyikan. Sporting langsung menekan pertahanan Bodo/Glimt yang tampak kesulitan mengembangkan permainan. Keran gol Sporting terbuka di babak pertama melalui sundulan Goncalo Inacio.

Memasuki babak kedua, tekanan Sporting tidak mengendur. Pada menit ke-61, Pedro Goncalves berhasil menggandakan keunggulan, membuat agregat menipis menjadi 3-2. 

Mimpi buruk Bodo/Glimt memuncak menjelang akhir waktu normal saat wasit menunjuk titik putih akibat insiden handball. Luis Suarez yang maju sebagai algojo sukses menyamakan agregat menjadi 3-3, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di masa tambahan, mentalitas Bodo/Glimt tampak runtuh. Maximiliano Araujo mencetak gol cepat yang membawa Sporting berbalik unggul secara agregat. Sebagai penutup, Rafael Nel mencetak gol di masa injury time perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan 5-0 bagi wakil Portugal tersebut.

Kehilangan Identitas

Knutsen mengakui bahwa timnya tampil sangat jauh dari standar yang biasanya mereka tunjukkan. Meski sempat mencoba mengancam lewat skema serangan balik, Bodo/Glimt tidak pernah benar-benar mengendalikan jalannya laga.

“Sulit menjelaskan kenapa kami bisa seperti itu. Hanya beberapa momen kami bisa bermain baik. Selebihnya, kami jauh dari jati diri kami,” pungkas Knutsen dengan nada getir.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim asal Norwegia tersebut tentang bagaimana mengelola tekanan di panggung tertinggi Eropa, sementara Sporting CP melaju ke perempat final dengan modal mentalitas pemenang yang luar biasa. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik