Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

AS Monaco vs PSG, Sébastien Pocognoli Tuntut Monaco Bangkit di Paris

Thalatie K Yani
18/2/2026 07:16
AS Monaco vs PSG, Sébastien Pocognoli Tuntut Monaco Bangkit di Paris
Pelatih AS Monaco, Sébastien Pocognoli, angkat bicara soal kekalahan menyakitkan 2-3 dari PSG. (AS Monaco)

PELATIH AS Monaco, Sébastien Pocognoli, menggambarkan kekalahan 2-3 timnya dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama play-off Liga Champions sebagai malam yang "gila sekaligus membuat frustrasi". Meski sempat unggul dua gol lewat aksi Folarin Balogun, Monaco harus mengakui keunggulan lawan setelah bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua.

Analisis Pertandingan

Pocognoli menyoroti betapa sulitnya menjaga kebugaran fisik saat menghadapi tim yang mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen. Namun, ia tetap memberikan apresiasi atas efektivitas timnya di babak pertama.

"Anda harus menghargai kerja keras tanpa bola dan memiliki kualitas yang diperlukan saat menguasainya, seperti dua gol yang kami cetak di babak pertama," ujar Pocognoli. "Kami tahu jika PSG mempercepat tempo dan meningkatkan level permainan, bahaya akan muncul. Mereka tidak memulai laga dengan baik, sementara kami sudah siap."

Momen ketika kiper Philipp Köhn menggagalkan penalti PSG sempat memberikan harapan besar bagi kubu tuan rumah. Namun, Pocognoli menyayangkan kegagalan timnya menjaga keunggulan tersebut.

Frustrasi Kolektif dan Kartu Merah

Kartu merah yang diterima Aleksandr Golovin di awal babak kedua menjadi titik balik bencana bagi Monaco. Pocognoli mengaku tidak hanya marah secara individu, melainkan lebih kepada situasi kolektif tim yang compang-camping akibat banyaknya pemain yang absen.

"Saya frustrasi, bukan hanya karena kartu merah, tetapi terutama karena seluruh situasi yang melingkupinya. Mengingat situasinya, kami tidak mampu menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh lawan sebelas pemain," akunya.

Meskipun kalah, sang pelatih memuji cara anak asuhnya bertahan dengan 10 orang sehingga hanya menyisakan selisih satu gol untuk diperjuangkan di Paris. Ia juga sempat menyinggung insiden handball Marquinhos yang menurutnya layak membuahkan penalti bagi Monaco.

Menatap Leg Kedua

Segera setelah peluit panjang berbunyi, Pocognoli mengumpulkan para pemainnya di tengah lapangan untuk memberikan motivasi agar tidak terlarut dalam kekecewaan.

"Saya hanya mengatakan kepada para pemain bahwa mereka telah memberikan segalanya di babak kedua... leg kedua diputuskan sejak peluit akhir dibunyikan, oleh karena itu penting untuk segera menghalau segala keraguan," tegasnya.

Pocognoli kini menuntut fokus penuh dari skuadnya, baik untuk laga krusial melawan Lens akhir pekan ini maupun untuk menciptakan kejutan di Paris pada leg kedua mendatang. Ia yakin ambisi besar Monaco tetap terjaga untuk melangkah lebih jauh di kasta tertinggi Eropa. (AS Monaco/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya