Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Marseille vs Strasbourg, Penalti Larut Joaquin Panichelli Buyarkan Kemenangan Les Phocéens

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 05:18
Marseille vs Strasbourg, Penalti Larut Joaquin Panichelli Buyarkan Kemenangan Les Phocéens
Para pemain Strasbourg melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Marseille di laga Ligue 1.(X @RCSA_English)

ERA baru Marseille tanpa Roberto De Zerbi dimulai dengan rasa hambar. Bertanding di hadapan publik Stade Vélodrome, Sabtu (14/2) malam, Marseille harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Strasbourg dalam laga yang diwarnai drama penalti di pengujung laga.

Pertandingan ini merupakan ujian perdana bagi pelatih interim Jacques "Pancho" Abardonado. Ia ditunjuk mendadak setelah De Zerbi resmi meninggalkan kursi kepelatihan pada Rabu (11/2) lalu melalui kesepakatan bersama, menyusul performa buruk tim di kancah domestik dan kegagalan di Liga Champions.

Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Runtuh

Marseille sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Meskipun atmosfer stadion terasa dingin akibat aksi protes suporter, tuan rumah mampu unggul lebih dulu pada menit ke-14 lewat aksi Mason Greenwood.

Keunggulan tersebut bertambah sesaat setelah turun minum. Pada menit ke-47, Amine Gouiri mencatatkan namanya di papan skor, membawa Marseille memimpin 2-0. Skor ini bertahan cukup lama dan seolah akan menjadi kado manis bagi awal masa jabatan Abardonado.

Namun, Strasbourg menolak menyerah. Tim tamu mulai bangkit lewat gol pemain pengganti, Sebastian Nanasi, pada menit ke-73. 

Memasuki masa injury time, drama memuncak saat Emerson Palmieri melakukan pelanggaran terhadap Gessime Yassine di kotak terlarang. Joaquin Panichelli, yang maju sebagai eksekutor penalti di menit ke-97 dengan tenang menaklukkan kiper Marseille, memastikan laga berakhir imbang 2-2.

Krisis Kepercayaan di Vélodrome

Hasil imbang ini memperpanjang tren negatif Marseille yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Pekan sebelumnya, mereka bahkan dihajar 5-0 oleh sang rival abadi, PSG, dalam laga Le Classique.

Situasi di luar lapangan pun tak kalah panas. Sebelum sepak mula, ribuan kursi di tribun tetap kosong selama 15 menit sebagai bentuk protes suporter. Berbagai spanduk kecaman dibentangkan, menargetkan pemilik klub Frank McCourt dan presiden Pablo Longoria atas ketidakstabilan manajerial yang terjadi.

Dengan hasil ini, Marseille masih tertahan di posisi ke-4 klasemen sementara Ligue 1, tertinggal 11 poin dari PSG di puncak klasemen dan selisih 2 poin dari Lyon di peringkat ketiga. 

Kini, manajemen Marseille memikul beban berat untuk segera menemukan pelatih permanen kedelapan mereka sejak 2019 guna menyelamatkan sisa musim. (AFP/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya