Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
OLYMPIQUE de Marseille secara resmi mengumumkan penunjukan mantan kapten mereka, Habib Beye, sebagai pelatih kepala baru. Langkah ini diambil manajemen klub hanya berselang sembilan hari setelah Beye didepak dari kursi kepelatihan Rennes. Penunjukan ini sekaligus mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Roberto De Zerbi, awal bulan ini.
Direktur Sepak Bola Marseille, Medhi Benatia, menegaskan bahwa keputusan memilih Beye bukanlah langkah emosional semata, melainkan hasil dari pertimbangan strategis yang matang.
Pihak klub meyakini bahwa sosok Beye adalah figur yang tepat untuk membangkitkan mentalitas skuad yang sempat goyah.
“Pemilihan Habib Beye sebagai pelatih baru OM sepenuhnya sejalan dengan keinginan kami merekrut pelatih dengan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin tim yang jelas perlu dimotivasi kembali,” ujar Benatia, dilansir dari laman resmi klub. Kamis (19/2).
Habib Beye bukanlah orang asing bagi publik Stade Vélodrome. Mantan bek tangguh ini memiliki nilai historis yang kuat dengan Marseille setelah bergabung dari Strasbourg pada 2003 silam.
Selama masa baktinya sebagai pemain, ia mencatatkan 128 pertandingan dan menjadi bagian penting saat klub menjuarai Piala Intertoto 2005 serta mencapai final Piala UEFA pada 2004.
Sebelum kembali ke Marseille, Beye menangani Rennes sejak Januari 2025. Dalam masa jabatannya yang relatif singkat, ia mencatatkan statistik 16 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 13 kekalahan, dengan rata-rata raihan 1,6 poin per pertandingan.
Meski baru saja mengalami pemecatan di klub sebelumnya, komitmen Beye untuk proyek jangka panjang Marseille menjadi faktor penentu bagi manajemen.
Benatia mengungkapkan bahwa sejak pembicaraan awal, Beye telah menunjukkan fokus yang tajam terhadap target besar klub di sisa musim ini. Marseille saat ini masih tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Ligue 1, dan manajemen menuntut perubahan instan demi mengamankan tiket ke kompetisi Eropa.
“Sepenuhnya fokus pada masa depan, dengan tujuan jelas: segera kembali ke jalur kemenangan, tiga besar Ligue 1 dan menjuarai Coupe de France," tegas Benatia mengenai target yang dibebankan kepada Beye.
Tantangan perdana bagi pria berkebangsaan Senegal ini sudah di depan mata. Beye dijadwalkan akan memimpin anak asuhnya melakoni laga debut saat melawan Brest, Sabtu (21/2) dini hari WIB.
Laga tersebut akan menjadi pembuktian awal apakah "DNA Marseille" yang dimiliki Beye mampu membawa stabilitas dan prestasi yang diinginkan para penggemar. (Ant/Z-1)
Prediksi, head-to-head, dan susunan pemain Brest vs Marseille di Ligue 1 2026. Bisakah Marseille menang tanpa Roberto De Zerbi?
Hasil imbang dengan Strasbourg memperpanjang tren negatif Marseille yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir.
Prediksi Marseille vs Strasbourg di Ligue 1 2026. Simak susunan pemain, head to head, dan statistik kunci di Orange Vélodrome.
Selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya di Marseille, Roberto De Zerbi telah memimpin tim dalam 69 pertandingan di berbagai kompetisi
Paris Saint-Germain pesta gol 5-0 atas Marseille di Le Classique Ligue 1 2026. Dembele cetak dua gol, Kvaratskhelia dan Lee Kang-in ikut mencetak gol, PSG kembali ke puncak klasemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved