Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Kekalahan Telak dari PSG Jadi Titik Akhir, Marseille Resmi Depak Roberto De Zerbi

Basuki Eka Purnama
12/2/2026 03:21
Kekalahan Telak dari PSG Jadi Titik Akhir, Marseille Resmi Depak Roberto De Zerbi
Pelatih Marseille Roberto De Zerbi(AFP/Alain JOCARD)

PERJALANAN Roberto De Zerbi bersama Olympique de Marseille resmi berakhir lebih cepat. Klub Ligue 1 tersebut mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih asal Italia itu pada Rabu (11/2) waktu setempat, menyusul hasil buruk yang diderita tim dalam laga krusial baru-baru ini.

Keputusan drastis ini diambil hanya berselang dua hari setelah Marseille dipermalukan oleh rival abadi mereka, Paris Saint-Germain (PSG). 

Dalam laga lanjutan Ligue 1 yang digelar di Parc des Princes, Senin (9/2) dini hari WIB, Marseille harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dibantai lima gol tanpa balas oleh tuan rumah.

Dalam pernyataan resminya, Marseille menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam di tingkat manajemen.

"Olympique de Marseille dan Roberto De Zerbi, pelatih tim utama, telah mengumumkan berakhirnya kerja sama mereka atas kesepakatan bersama," tulis pernyataan resmi klub.

Lebih lanjut, pihak klub menjelaskan bahwa perpisahan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil diskusi panjang antara semua pemangku kepentingan, termasuk pemilik klub, presiden, serta direktur sepak bola.

"Setelah diskusi antara semua pemangku kepentingan dalam manajemen klub, pemilik, presiden, direktur sepak bola, dan pelatih, diputuskan untuk melakukan perubahan di pucuk pimpinan tim utama," ungkap Marseille.

Statistik dan Capaian De Zerbi

De Zerbi sebenarnya memiliki catatan yang cukup impresif sejak menahkodai Marseille pada Juli 2024. 

Selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya, mantan pelatih Brighton and Hove Albion itu telah memimpin tim dalam 69 pertandingan di berbagai kompetisi.

Di bawah arahannya, Marseille mencatatkan 39 kemenangan, delapan hasil seri, dan 22 kekalahan. 

Tim asuhan De Zerbi juga dikenal produktif dengan torehan 160 gol, meskipun lini pertahanan mereka kebobolan sebanyak 99 kali. 

Di musim pertamanya, De Zerbi bahkan sukses membawa Marseille finis sebagai runner-up Ligue 1 dengan koleksi 65 poin.

Namun, musim ini, performa tim cenderung stagnan. Saat ini, Marseille masih tertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan 39 poin dari 21 pertandingan. 

Mereka tertinggal 12 poin dari PSG di puncak klasemen dan terpaut 10 poin dari Lens yang menduduki posisi kedua.

Meski berat, manajemen Marseille merasa perubahan harus dilakukan demi menyelamatkan sisa musim.

"Ini adalah keputusan kolektif yang sulit, yang diambil setelah pertimbangan matang demi kepentingan terbaik klub, untuk menanggapi tantangan olahraga di akhir musim," tutup pernyataan klub.

Kini, Marseille harus segera mencari pengganti untuk memimpin tim di babak perempat final Coupe de France melawan Toulouse yang akan digelar awal bulan depan, sebagai satu-satunya peluang trofi yang tersisa setelah mereka gugur dari Liga Champions. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya