Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Romário: Tanpa Neymar, Brasil hanyalah Tim Biasa di Piala Dunia 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
05/2/2026 19:58
Romário: Tanpa Neymar, Brasil hanyalah Tim Biasa di Piala Dunia 2026
Neymar, ditandu saat cedera saat kualifikasi Piala Dunia 2026.(Dok. APF/PORCIUNCULA)

LEGENDA sepak bola Brasil, Romário, kembali memicu perdebatan panas di kalangan pecinta sepak bola dunia. Dalam sebuah wawancara eksklusif di Rio de Janeiro hari ini, 5 Februari 2026, pahlawan Piala Dunia 1994 tersebut menyatakan dengan tegas bahwa Timnas Brasil asuhan Carlo Ancelotti tidak akan memiliki taji di Piala Dunia 2026 jika Neymar Jr gagal pulih tepat waktu.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran publik mengenai proses rehabilitasi Neymar yang saat ini sedang berlangsung di Estádio Vila Belmiro, Santos. Meskipun Brasil kini memiliki talenta muda berbakat seperti Vinícius Júnior dan Endrick, Romário menilai mereka belum memiliki kematangan mental yang setara dengan Neymar untuk memimpin tim di panggung sebesar Piala Dunia.

"Kita bisa bicara soal taktik Ancelotti atau kecepatan Vinícius, tapi mari jujur: tanpa Neymar, Brasil hanyalah tim biasa yang bisa dikalahkan siapa saja. Dia adalah satu-satunya pemain yang membuat lawan gemetar sebelum pertandingan dimulai," ujar Romário.

Kesenjangan Kreativitas di Skuad Selecao

Kritik Romário bukan tanpa alasan. Berdasarkan analisis taktis, sistem 4-3-3 yang diusung Carlo Ancelotti memang memberikan keseimbangan, namun seringkali terlihat buntu saat menghadapi lawan dengan pertahanan blok rendah (low block). Di sinilah peran Neymar sebagai free-role playmaker menjadi sangat krusial.

Data dari beberapa laga persahabatan terakhir menunjukkan bahwa tanpa Neymar, aliran bola ke lini depan Brasil cenderung monoton dan terlalu bergantung pada aksi individu di sisi sayap. Romário percaya bahwa untuk memenangkan Piala Dunia di Amerika Utara nanti, Brasil membutuhkan sosok yang mampu mengatur tempo permainan secara cerdas.

Aspek Penilaian Dengan Neymar Tanpa Neymar
Persentase Kemenangan 78% 58%
Rataan Gol per Laga 2.4 1.6
Peluang Tercipta Tinggi (Variatif) Sedang (Dominan Sayap)

Tantangan untuk Carlo Ancelotti

Kini bola panas berada di tangan Carlo Ancelotti. Sang pelatih harus membuktikan bahwa sistem kolektifnya bisa berjalan tanpa bergantung pada satu individu, atau ia harus memastikan tim medis bekerja ekstra keras untuk menyiapkan Neymar. Saat ini, Neymar masih berpacu dengan waktu untuk mengembalikan kondisi fisiknya di pusat latihan Santos.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tinggal menyisakan waktu beberapa bulan lagi. Bagi masyarakat Brasil, pernyataan Romário adalah pengingat bahwa ambisi meraih gelar "Hexa" (keenam) bisa saja sirna jika sang bintang utama hanya menjadi penonton. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik