Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMURUH dukungan suporter di Indonesia Arena, Jakarta, pada Selasa (3/2) malam menjadi momen emosional bagi kiper Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habibie. Pasalnya, ribuan pendukung tim Garuda serempak menyanyikan namanya sebagai bentuk apresiasi atas aksi heroik sang penjaga gawang saat timnas Indonesia menundukkan timnas Vietnam 3-2 di babak perempat final Piala Asia Futsal.
Momen puncaknya terjadi pada fase akhir babak kedua. Habibie melakukan penyelamatan krusial dengan menggunakan wajahnya untuk menghalau bola, sebuah tindakan nekat yang memastikan keunggulan Indonesia tetap terjaga.
Aksi tersebut merupakan satu dari sekian banyak penyelamatan gemilang yang ia tunjukkan sepanjang pertandingan.
Ditemui di area mixed zone usai laga, Habibie tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas dukungan masif yang ia terima.
"Perasaannya ya sangat senang, terus banyak orang yang mendoakan. Terima kasih buat semuanya," ujar kiper asal klub Bintang Timur Surabaya tersebut.
Kemenangan atas Vietnam ini membawa Indonesia melangkah ke babak semifinal, sebuah pencapaian tertinggi Garuda dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Asia Futsal.
Capaian ini melampaui rekor sebelumnya, ketika Indonesia hanya mampu mencapai babak perempat final pada edisi empat tahun lalu di Kuwait.
Menghadapi Timnas Jepang di Semifinal
Kini, tantangan besar telah menanti di depan mata. Indonesia dijadwalkan akan menghadapi tim kuat, Jepang, di babak semifinal, yang akan digelar di Indonesia Arena, Kamis (5/2).
Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan bagi skuat asuhan Garuda untuk membalas kekalahan masa lalu.
Menanggapi persiapan menghadapi tim matahari terbit, Habibie menegaskan komitmennya untuk tampil habis-habisan.
"Tanggapannya cuman ngasih yang terbaik aja sih buat semuanya, kasih yang kita punya. Insyaallah nanti jalannya pasti baik, insyaallah," tuturnya optimis.
Keyakinan serupa juga disuarakan pilar Timnas lainnya, Syauqi Saud. Ia berharap timnya mampu menuntaskan dendam olahraga setelah pada edisi sebelumnya langkah Indonesia dijegal oleh Jepang di babak perempat final.
"Ya kalau kami sih yakin. Kami yakin lah kami harus bisa menang lawan Jepang gitu ya. Insyaallah kami yakin lah kami bisa menang, insyaallah. Kami akan memberikan yang terbaik di pertandingan semifinal nanti," tegas Syauqi.
Habibie berharap dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia terus mengalir agar tim tuan rumah bisa melangkah lebih jauh dan mencetak tinta emas di partai puncak.
"Minta doanya saja untuk semua masyarakat Indonesia, kasih yang terbaik. Apalagi ini kita tuan rumah, semoga bisa masuk final, bisa ngasih sejarah lagi," pungkasnya.
Laga semifinal antara Indonesia dan Jepang dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, pada tempat yang sama, akan digelar partai semifinal pertama yang mempertemukan dua raksasa futsal lainnya, Irak dan Iran, pada pukul 15.00 WIB. (Ant/Z-1)
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
FFI memastikan Hector Souto tetap menjadi pelatih timnas futsal Indonesia hingga 2028 usai sukses membawa Garuda runner-up Piala Asia.
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Filosofi Hector Souto untuk laga semifinal Piala Asia Futsal nanti sangat sederhana namun menuntut disiplin tinggi: mencuri momentum di menit awal.
FIFA Series merupakan turnamen dua tahunan yang dirancang untuk mempertemukan negara-negara dari konfederasi yang berbeda.
Santo Kits dan Nevis, yang saat ini menempati peringkat 154 dunia, diprediksi akan memberikan tantangan fisik yang berbeda bagi para penggawa timnas Indonesia.
Nova Arianto menekankan bahwa keberlanjutan program dan pembangunan mentalitas pemain harus tetap menjadi prioritas utama bagi pelatih baru demi menjaga mimpi menuju Piala Dunia.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved