Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Hector Souto belum Bisa Maafkan Diri Pascakekalahan Timnas Indonesia di Final Piala Asia Futsal 2026

Basuki Eka Purnama
11/2/2026 03:54
Hector Souto belum Bisa Maafkan Diri Pascakekalahan Timnas Indonesia di Final Piala Asia Futsal 2026
Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto.(ANTARA/RAUF ADIPATI)

MESKI publik sepak bola tanah air tengah merayakan keberhasilan Timnas Futsal Indonesia mencetak sejarah di Asia, sang nahkoda, Hector Souto, justru masih dibayangi rasa sesal. Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku sulit melupakan drama kekalahan menyakitkan atas timnas Iran di final Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Sabtu lalu.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Selasa (10/1), Souto mengungkapkan perasaan emosionalnya terkait kegagalan Indonesia membawa pulang trofi juara di depan pendukung sendiri.

"Masih terasa sakit," tulis Souto membuka pesannya.

Pertandingan final tersebut memang menyuguhkan drama luar biasa. Pasukan Garuda sempat dikejutkan oleh gol cepat Iran di menit awal. Namun, mentalitas baja yang ditanamkan Souto membuat Indonesia bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-1. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga skor imbang 4-4 menutup waktu normal.

Memasuki babak tambahan waktu, Indonesia hampir saja mengunci gelar juara saat mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 5-4 hanya dua menit sebelum laga berakhir. 

Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata itu buyar ketika Iran menyamakan kedudukan menjadi 5-5 di menit terakhir tambahan waktu. Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti, di mana Indonesia akhirnya menyerah dengan skor tipis 4-5.

"Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat. Namun saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas," ungkap pelatih berusia 44 tahun tersebut.

Bagi Souto, pencapaian sebagai runner-up belum cukup untuk menenangkan hatinya. 

Meski apresiasi mengalir deras dari masyarakat yang bangga akan perjuangan heroik skuat Garuda, pelatih kelahiran Chantada ini merasa Indonesia sangat layak berdiri di podium tertinggi.

"Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa bahwa kita seharusnya bisa melakukannya. Bahwa Indonesia pantas mendapatkannya," tambahnya.

Terlepas dari rasa kecewa tersebut, tahun 2026 mencatatkan tinta emas bagi futsal Indonesia. Ini merupakan pencapaian terbaik sejak debut mereka pada tahun 2002. 

Souto kini bertekad menjadikan momentum ini sebagai batu loncatan untuk membawa level futsal Indonesia ke panggung yang lebih tinggi, dengan target utama menembus Piala Dunia Futsal 2028.

Souto menutup pesannya dengan sebuah visi yang kuat mengenai arah perkembangan futsal di tanah air.

"Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian. Dan kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya," pungkasnya. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya