Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Inter Milan Terlempar dari Delapan Besar, Chivu Puji Kualitas Skuat Arsenal

Khoerun Nadif Rahmat
21/1/2026 11:37
Inter Milan Terlempar dari Delapan Besar, Chivu Puji Kualitas Skuat Arsenal
Cristian Chivu(Dok Istimewa)

DOMINASI Arsenal di kompetisi Eropa belum terpatahkan setelah membungkam tuan rumah Inter Milan 3-1 dalam lanjutan Liga Champions di San Siro, Rabu (21/1). Kekalahan itu menjadi tamparan keras bagi Nerazzurri yang harus rela terlempar dari posisi delapan besar klasemen fase liga.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, secara terbuka mengakui keunggulan kualitas dan kedalaman skuat asuhan Mikel Arteta. Menurutnya, wakil Inggris tersebut menunjukkan standar permainan yang berbeda, terutama dalam hal kecepatan berpikir dan intensitas fisik di lapangan.

"Mereka memiliki intensitas, teknik, dan kecepatan yang lebih baik. Mereka mengisi ruang dengan sangat baik dan menyerang garis pertahanan kami dengan kecepatan tinggi. Setiap duel mereka hadapi dengan determinasi penuh," ujar Chivu dikutip dari Football Italia.

Inter sebenarnya sempat menjaga harapan melalui gol penyama kedudukan dari Petar Sucic setelah tertinggal oleh gol pembuka Gabriel Jesus. Namun, strategi bola mati Arsenal yang matang serta serangan balik cepat yang diselesaikan Viktor Gyokeres di pengujung laga memastikan kemenangan bagi tim tamu.

Chivu menyoroti bagaimana Arsenal mampu mengubah pendekatan permainan di babak kedua dengan lebih disiplin dan rendah hati saat bertahan. Di sisi lain, ia terkesan dengan kemampuan individu pemain seperti Bukayo Saka yang terus-menerus memberikan ancaman dari sisi sayap.

"Saat pemain Arsenal mengepung, mereka menyerang dari segala sudut. Pilihan umpan dan sentuhan pertama mereka dilakukan dengan sangat cepat. Saya sangat terkesan dengan teknik mereka meski bola bergerak dalam tempo tinggi," tambahnya.

Kekalahan ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun bagi Inter di Liga Champions, setelah sebelumnya menyerah di tangan Atletico Madrid dan Liverpool. Meski peluang untuk lolos langsung ke 16 besar kian menipis, Chivu menegaskan timnya tidak gentar jika harus melalui babak playoff.

Baginya, laga melawan tim sekelas Arsenal memberikan pelajaran berharga mengenai perbedaan level antara sepak bola Italia dan Inggris. Chivu menilai intensitas di Liga Primer masih menjadi tantangan besar bagi tim-tim Serie A untuk bisa bersaing di level tertinggi.

"Penyesalan kami bukan pada hasil malam ini, melainkan pada laga-laga sebelumnya di mana kami kurang konsentrasi. Namun, saya melihat tim ini terus tumbuh dan memiliki keberanian untuk bermain terbuka melawan salah satu tim terbaik di Eropa," pungkas Chivu. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya