Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pemerintah Gabon Cabut Sanksi untuk Timnas dan Pierre-Emerick Aubameyang Usai Kisruh Piala Afrika 2025

Basuki Eka Purnama
14/1/2026 09:57
Pemerintah Gabon Cabut Sanksi untuk Timnas dan Pierre-Emerick Aubameyang Usai Kisruh Piala Afrika 2025
Penyerang timnas Gabon Pierre-Emerick Aubameyang(AFP/FRANCK FIFE)

PEMERINTAH Gabon resmi mencabut sanksi berat yang sebelumnya dijatuhkan kepada timnas mereka serta penyerang bintang, Pierre-Emerick Aubameyang. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan total skuad berjuluk The Panthers tersebut di Piala Afrika 2025 di Maroko.

Sebelumnya, performa Gabon di turnamen tersebut memicu gelombang kemarahan di dalam negeri. 

Setelah finis di dasar klasemen Grup F, mantan Menteri Olahraga, Simplice-Desire Mamboula, secara terbuka melabeli penampilan timnas sebagai sesuatu yang "memalukan."

Kronologi Sanksi dan Intervensi

Ketegangan memuncak pada 1 Januari lalu ketika Mamboula mengumumkan langkah drastis dengan membekukan aktivitas timnas. 

Keputusan tersebut mencakup pemecatan pelatih Thierry Mouyouma serta pencoretan permanen mantan pemain Arsenal dan Chelsea, Pierre-Emerick Aubameyang, bersama kapten tim Bruno Ecuele Manga dari jajaran skuad The Panthers.

Namun, langkah reaktif tersebut justru menempatkan sepak bola Gabon dalam risiko yang lebih besar. Intervensi langsung pemerintah terhadap federasi nasional berpotensi memicu kemarahan FIFA. 

Sebagaimana diketahui, badan sepak bola dunia tersebut sangat tegas dalam melarang campur tangan pemerintah dalam urusan federasi (Fegafoot), yang bisa berujung pada suspensi internasional bagi negara bersangkutan.

Angin Perubahan di Bawah Menteri Baru

Situasi mulai mereda setelah Menteri Olahraga Gabon yang baru, Paul Ulrich Kessany, memutuskan untuk membatalkan kebijakan pendahulunya pada Selasa (13/1) WIB. 

Keputusan Kessany untuk memulihkan status tim dan para pemain bintangnya dianggap sebagai langkah strategis guna menyelamatkan posisi Gabon di kancah sepak bola dunia.

Dalam pernyataan resminya, Federasi Sepak Bola Gabon (Fegafoot) mengonfirmasi bahwa Menteri Kessany telah mengirimkan surat yang menekankan pentingnya menghadapi agenda internasional yang sudah di depan mata, termasuk undian kualifikasi Piala Afrika 2027.

"Fegafoot menyambut baik hasil positif dari situasi ini," tulis pernyataan resmi federasi sebagai respons atas pencabutan sanksi tersebut.

Fokus Mencari Nakhoda Baru

Selain memulihkan status pemain, Menteri Kessany juga telah menginstruksikan Fegafoot untuk segera menyusun langkah teknis dalam mencari suksesor Thierry Mouyouma. 

Federasi diminta untuk memaparkan "segala rincian praktis untuk pemilihan staf teknis yang baru" guna membangun kembali kekuatan tim yang sempat runtuh.

Dengan dicabutnya sanksi ini, Aubameyang dan rekan-rekannya kini memiliki kesempatan untuk kembali membela negara. 

Fokus utama Gabon saat ini adalah melakukan restrukturisasi besar-besaran agar kegagalan memalukan di Maroko tidak terulang pada siklus turnamen berikutnya. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya