Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Gabon mengambil langkah drastis menyusul kegagalan total tim nasional mereka di ajang Piala Afrika (AFCON). Setelah tersingkir secara memalukan di fase grup, pemerintah secara resmi membekukan tim nasional, memecat jajaran pelatih, hingga mencoret nama striker bintang Pierre-Emerick Aubameyang.
Langkah tegas ini diumumkan langsung Menteri Olahraga Gabon, Simplice-Desire Mamboula, pasca-kekalahan 2-3 dari Pantai Gading pada 31 Desember. Kekalahan tersebut melengkapi catatan buruk Gabon yang finis di posisi terbawah grup setelah sebelumnya juga takluk dari Kamerun dan Mozambik.
Mamboula menyebut performa tim yang berjuluk The Panthers tersebut sebagai sesuatu yang sangat memalukan bagi bangsa. "Mengingat performa memalukan tim Panthers di Piala Afrika, pemerintah telah memutuskan untuk membubarkan staf kepelatihan, menangguhkan tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan mengeluarkan pemain Bruno Ecuele Manga serta Pierre-Emerick Aubameyang," tegas Mamboula.
Keputusan ini mengakhiri masa jabatan pelatih Thierry Mouyouma yang telah menangani tim selama lebih dari dua tahun. Meski pemecatan pelatih sering terjadi dalam sepak bola, pembubaran tim nasional oleh pemerintah merupakan langkah ekstrem yang kini mulai jarang dilakukan karena risiko sanksi dari FIFA terkait intervensi pemerintah.
Keluarnya Gabon dari turnamen yang digelar di Maroko ini sebenarnya sudah dipastikan bahkan sebelum laga terakhir melawan Pantai Gading. Dalam pertandingan tersebut, Gabon sempat memimpin dua gol namun akhirnya harus menyerah kalah.
Pierre-Emerick Aubameyang tidak turun dalam laga terakhir tersebut. Mantan penyerang Arsenal dan Chelsea itu telah kembali ke klubnya, Marseille, untuk menjalani perawatan cedera paha.
Menanggapi sanksi dan situasi yang menimpa timnya, Aubameyang memberikan komentar singkat mengenai kondisi internal tim. "Saya pikir masalah tim jauh lebih dalam daripada sekadar individu seperti saya," ujar Aubameyang.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan pembekuan tim nasional ini akan dicabut. Langkah radikal ini diprediksi akan menarik perhatian FIFA, mengingat federasi sepak bola dunia tersebut sangat ketat melarang keterlibatan pemerintah dalam urusan teknis dan organisasional federasi sepak bola nasional. (BBC/Z-2)
Pemerintah Gabon resmi mencabut sanksi berat yang sebelumnya dijatuhkan kepada timnas mereka serta penyerang bintang, Pierre-Emerick Aubameyang.
Marseille melesat ke posisi puncak klasemen sementara Liga Prancis setelah mengalahkan Nice dengan skor telak pada pekan ke-13 di Stadion Allianz Riviera, Jumat (21/11)
Olympique Marseille melumat Ajax 4-0 di Liga Champions, hasil terburuk sepanjang sejarah klub Belanda itu di Eropa.
Olympique de Marseille menang dramatis 2-1 atas Strasbourg lewat gol injury time Amir Murillo.
Pierre-Emerick Aubameyang memutus kontraknya dengan klub Liga Arab Saudi, Al Qadsiah, awal Juli lalu, sehingga ia bisa bergabung dengan klub lain secara bebas transfer.
Intip bonus luar biasa pemain Timnas Senegal usai juara Piala Afrika 2025. Dari uang tunai Rp2,2 miliar hingga lahan 1.500 meter di kawasan prestisius.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved