Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PSTI Ingatkan John Herdman: Ekosistem Sepak Bola Indonesia Jauh Berbeda dengan Kanada

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 20:48
PSTI Ingatkan John Herdman: Ekosistem Sepak Bola Indonesia Jauh Berbeda dengan Kanada
Pelatih baru timnas Indonesia John Herdman(AFP/Rich Storry / GETTY IMAGES NORTH AMERICA )

TERPILIHNYA John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Paguyuban Suporter Tim Nasional Indonesia (PSTI). 

Meski mengapresiasi rekam jejak Herdman yang sukses membawa timnas Kanada ke Piala Dunia, PSTI mengingatkan bahwa realitas sepak bola di Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks.

Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro, menegaskan bahwa perbedaan budaya sepak bola antara kedua negara sangat mendasar. Di Kanada, sepak bola bukan merupakan olahraga favorit utama. Sebaliknya, di Indonesia, sepak bola adalah olahraga rakyat yang digemari oleh sekitar 60%–70% populasi.

“John Herdman memang punya pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia. Tapi harus dipahami, ada perbedaan budaya sepak bola yang sangat mendasar antara Kanada dan Indonesia,” ujar Indro dalam keterangan resminya.

Indro menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat membuat tekanan publik dan ekspektasi suporter di Indonesia menjadi sangat besar. Hal ini menciptakan dinamika sosial yang tidak akan ditemukan Herdman di Amerika Utara.

“Di Indonesia, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi sudah menjadi identitas, emosi, dan bahkan urusan harga diri bangsa. Tekanan kepada pelatih Timnas di sini berlipat ganda,” tegasnya.

Tantangan Struktural dan Ekosistem

Selain faktor non-teknis, PSTI juga menyoroti masalah kronis di internal sepak bola nasional. Indro mengingatkan Herdman bahwa ia akan bekerja di bawah naungan PSSI, federasi yang dinilai masih sarat kepentingan politis dan belum memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas.

Kondisi kompetisi liga domestik yang belum sepenuhnya profesional dan pembinaan usia muda yang tidak konsisten turut menjadi perhatian. Menurut Indro, kualitas ekosistem akan sangat menentukan kinerja pelatih di lapangan.

“Bagaimana mungkin pelatih bisa bekerja maksimal jika ekosistemnya tidak sehat? Liga belum sepenuhnya profesional, pembinaan usia muda tidak berjalan konsisten, dan arah besar sepak bola nasional tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Indro.

Standar Keberhasilan

PSTI menegaskan bahwa publik tidak akan puas hanya dengan janji proses. Mereka menuntut hasil objektif sebagai ukuran keberhasilan pelatih asal Inggris tersebut. Indro menetapkan dua target utama yang dianggap sebagai standar wajar bagi tim dengan basis suporter sebesar Indonesia.

“Pembuktian nyata John Herdman adalah apakah mampu membawa Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2026, atau minimal berbicara banyak dan kompetitif di Piala Asia 2027. Itu standar yang wajar bagi negara dengan basis suporter sebesar Indonesia,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Indro memperingatkan bahwa kesabaran suporter memiliki batas. Jika target tersebut meleset, gelombang kritik dan desakan mundur dipastikan akan kembali muncul.

“Jangan salahkan publik dan suporter bila desakan mundur kembali berkumandang. Sepak bola Indonesia sudah terlalu lama berjalan tanpa arah dan tanpa prestasi. Kini saatnya pembuktian, bukan lagi janji,” pungkas Indro. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya