Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ole Gunnar Solskjaer Siap Turun Gunung: Jika Manchester United Memanggil, Anda tidak Bisa Menolak

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 07:46
Ole Gunnar Solskjaer Siap Turun Gunung: Jika Manchester United Memanggil, Anda  tidak Bisa Menolak
Kandidat pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer(AFP/YASIN AKGUL)

DI tengah kekacauan yang melanda Old Trafford pascapemecatan Ruben Amorim, sebuah nama familier muncul ke permukaan dengan tawaran stabilitas. Ole Gunnar Solskjaer, manajer yang pernah membawa DNA United kembali pada 2018-2021, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk kembali memegang kendali jika manajemen INEOS membutuhkannya.

Berbicara dalam sebuah forum sepak bola di Norwegia, Selasa (6/1), sosok berjuluk The Baby-faced Assassin itu tidak menampik ketika ditanya mengenai lowongan kursi panas di Manchester.

Pernyataan Emosional Ole

"Saya tidak suka berbicara tentang pekerjaan orang lain (saat Amorim masih ada), tapi sekarang situasinya berbeda," ujar Solskjaer dikutip dari media Norwegia, VG.

"Itu adalah rumah saya. Jika keluarga Anda memanggil dan membutuhkan bantuan untuk membereskan rumah yang sedang berantakan, Anda tidak akan berpikir dua kali. Saya merasa memiliki 'unfinished business' (urusan yang belum selesai) di sana."

Pernyataan ini langsung memicu reaksi masif di media sosial. Sebagian fans merindukan era di mana United rutin finis di 3 besar dan bermain dengan serangan balik cepat yang mematikan, sesuatu yang hilang di era Ten Hag akhir dan Amorim.

Analisis: Mengapa Ole Gunnar Solskjaer Masuk Akal?

Di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe, United mencari identitas. Eksperimen taktik kaku Ruben Amorim (3-4-3) terbukti gagal total di Premier League. Solskjaer, dengan segala kekurangannya, terbukti mampu mengelola ego pemain bintang dan memahami kultur klub.

Menurut laporan The Athletic, nama Solskjaer masuk dalam daftar pertimbangan sebagai "Caretaker hingga akhir musim" atau bahkan opsi permanen jika target utama seperti Julian Nagelsmann sulit didapat pada Januari.

Perbandingan Statistik: Ole vs Penerusnya

Sering dianggap minim taktik, data justru menunjukkan Solskjaer memiliki persentase kemenangan yang kompetitif dibanding para penerusnya yang dianggap "lebih taktis".

Manajer Laga (Games) Win Ratio (%) Gol per Laga Posisi Liga Tertinggi
Ole Gunnar Solskjaer 168 54.17% 1.83 Ke-2 (Runner-up)
Erik ten Hag 128 54.69%* 1.45 Ke-3
Ruben Amorim 42 31.90% 0.98 Ke-8

*Rasio kemenangan Ten Hag tinggi karena piala domestik, namun performa liga sering tidak stabil (selisih gol minus).

Tantangan Terbesar: Bukan Lagi 2018

Jika Solskjaer kembali, ia tidak akan menghadapi skuad yang sama. Ia harus menangani pemain-pemain baru seperti Leny Yoro, Manuel Ugarte, hingga "korban" taktik Amorim seperti Alejandro Garnacho.

Gary Neville, mantan rekan setim sekaligus pundit Sky Sports, memberikan pandangannya: "Ole tahu klub ini luar dalam. Dia bukan orang asing. Tapi pertanyaannya, apakah INEOS ingin kembali ke masa lalu untuk maju ke masa depan? Ini perjudian, tapi perjudian yang mungkin disukai fans saat ini demi mengembalikan senyuman di wajah pemain."

Konklusi

Belum ada kontak resmi yang dikonfirmasi antara manajemen United dan perwakilan Solskjaer. Namun, dengan Darren Fletcher hanya berstatus interim jangka pendek, pintu Old Trafford kini terbuka lebar bagi sang legenda untuk melakukan The Second Coming. (Z-1)

Fans United, bagaimana pendapat kalian? #OleIn atau cari pelatih modern lain? Suarakan di kolom komentar!



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya