Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ruben Amorim Tebar Ancaman Hengkang dari Manchester United

Khoerun Nadif Rahmat
05/1/2026 11:57
Ruben Amorim Tebar Ancaman Hengkang dari Manchester United
Ilustrasi(manutd.com)

ATMOSFER di internal Manchester United mendidih usai ditahan imbang Leeds United 1-1 pada lanjutan Liga Primer Inggris di Elland Road, Minggu (4/1).

Manajer Setan Merah, Ruben Amorim melontarkan pernyataan eksplosif yang mengisyaratkan dirinya akan meninggalkan Old Trafford dalam 18 bulan ke depan.

Hasil imbang tersebut sejatinya membawa The Red Devils naik ke posisi kelima klasemen. Leeds unggul lebih dulu lewat Brenden Aaronson pada menit ke-61, sebelum Matheus Cunha menyamakan kedudukan tiga menit berselang. 

Namun, bukan hasil pertandingan yang menjadi sorotan utama, melainkan "pesan berapi-api" Amorim untuk jajaran petinggi klub.

Amorim menegaskan bahwa dirinya datang ke Manchester untuk menjadi seorang manajer dengan otoritas penuh, bukan sekadar pelatih (head coach) yang hanya mendikte taktik. 

Ia merasa visi teknisnya terhambat karena klub enggan mendatangkan pemain yang sesuai dengan skema 3-4-3 andalannya.

"Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih. Itu jelas. Nama saya mungkin bukan (Thomas) Tuchel, (Antonio) Conte, atau (Jose) Mourinho, tapi saya adalah manajer di sini," tegas Amorim dikutip dari Metro.

Amorim secara terbuka menyatakan akan menuntaskan kontraknya hingga akhir musim 2026/2027 sebelum akhirnya berpisah. 

"Kontrak ini akan selesai dalam 18 bulan, dan setelah itu semua orang akan melangkah maju. Itulah kesepakatannya," tambahnya.

Pernyataan keras Amorim juga menyasar departemen lain di dalam klub. Ia menuntut bagian rekrutmen dan direktur olahraga untuk menjalankan fungsi mereka tanpa mencampuri urusan teknis yang menjadi wilayahnya.

"Setiap departemen, bagian pemandu bakat, hingga direktur olahraga harus melakukan pekerjaan mereka. Saya akan melakukan tugas saya selama 18 bulan, lalu kita berpisah," ujarnya.

Mantan pelatih Sporting Lisbon itu juga menyentil mentalitas klub yang dianggapnya terlalu sensitif terhadap kritik dari luar, termasuk komentar pedas dari legenda klub seperti Gary Neville. 

Menurutnya, jika klub tidak bisa menangani tekanan dan kritik, maka ada sesuatu yang mendasar yang harus diubah dari kultur Manchester United.

Terkait perubahan taktik menjadi empat bek yang ia terapkan, Amorim mengaku itu adalah bentuk adaptasi karena klub tidak memberikan dukungan finansial untuk membangun skema idealnya. 

"Jika kami harus memainkan 3-4-3 yang sempurna, kami butuh banyak uang dan waktu. Saya mulai paham bahwa hal itu tidak akan terjadi, jadi saya harus beradaptasi," pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik