Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Brentford vs Tottenham: Thomas Frank Tanggapi Ejekan 'Boring Tottenham'

Thalatie K Yani
02/1/2026 07:05
Brentford vs Tottenham: Thomas Frank Tanggapi Ejekan 'Boring Tottenham'
Thomas Frank tanggapi santai ejekan "Tottenham Membosankan" dari pendukung sendiri usai Spurs main imbang 0-0 lawan Brentford. Simak analisis lengkapnya di sini.(AFP)

KEPULANGAN Thomas Frank ke markas Brentford berakhir dengan perasaan campur aduk. Meski mendapatkan sambutan hangat dari publik tuan rumah, manajer asal Denmark tersebut harus menerima kenyataan pahit berupa cemoohan dari pendukungnya sendiri setelah Tottenham Hotspur ditahan imbang 0-0 oleh Brentford.

Frank, yang menukangi Brentford selama tujuh tahun dan membawa mereka promosi pada 2021, melakoni debut kepulangannya ke Gtech Community Stadium sejak pindah ke London Utara. Sebelum laga dimulai, Frank sempat menerima standing ovation bahkan kado dari suporter tuan rumah. Namun, romansa itu sirna begitu laga berjalan.

Kritik Tajam dari Pendukung Spurs 

Performa Tottenham yang dianggap terlalu konservatif memicu kemarahan fans tim tamu. Di babak kedua, tribun suporter Spurs menggema dengan nyanyian "boring, boring Tottenham" (Tottenham yang membosankan). Mereka bahkan menyanyikan nama-nama mantan pemain dari era ketika Spurs masih memainkan sepak bola menyerang yang atraktif.

Merespons ejekan tersebut, Frank mengaku bisa memahaminya. "Tampaknya para penggemar tidak terlalu puas dan itu wajar," ujar Frank selepas pertandingan.

"Ini bukan performa puncak, tapi secara keseluruhan ada dua sisi; akui sisi defensif dari permainan ini, tapi tentu saja sisi ofensif harus lebih baik," tambahnya mengevaluasi jalannya laga.

Statistik yang Mengkhawatirkan 

Tottenham tampil sangat tumpul dalam laga ini. Mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) hingga memasuki masa injury time. Peluang tunggal tersebut lahir melalui sepakan lemah Richarlison yang dengan mudah diamankan kiper Caoimhin Kelleher.

Hasil imbang ini sekaligus memutus rekor impresif Tottenham yang telah melakoni 137 pertandingan Liga Premier Inggris tanpa skor kacamata. Saat ini, Spurs masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara, sebuah posisi yang jauh dari harapan bagi klub yang baru saja memenangkan Europa League musim lalu di bawah asuhan Ange Postecoglou.

Pembelaan Thomas Frank Gaya bermain Frank yang lebih mengutamakan pertahanan dinilai bertolak belakang dengan filosofi menyerang 'To Dare Is To Do' milik klub. Meski demikian, Frank tetap membela struktur permainan anak asuhnya yang berhasil meredam agresivitas tuan rumah.

"Hal positifnya adalah kami bermain di sini melawan tim tuan rumah yang sangat bagus yang harus Anda hormati, dan membatasi mereka pada jumlah peluang yang sedikit. Saya pikir itu adalah performa defensif yang sangat kuat," bela pria berusia 52 tahun tersebut.

Namun, ia tidak menutup mata terhadap buruknya aliran bola timnya. "Jumlah kesalahan yang tidak perlu adalah poin negatif terbesar. Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Saat kami berada di lini depan, kami kekurangan ketajaman hari ini," pungkasnya.

Hasil ini membuat tekanan terhadap Frank semakin meningkat, mengingat ia harus segera membuktikan bahwa keputusannya menggantikan Postecoglou adalah langkah yang tepat bagi masa depan The Lilywhites. (AFP/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya