Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Liga Inggris Pekan Ini: Semua Mata Tertuju ke Salah

Dhika Kusuma Winata
12/12/2025 17:10
Liga Inggris Pekan Ini: Semua Mata Tertuju ke Salah
Bintang Mesir di Liverpool Muhamed Salah.(AFP)

PEKAN ini, sorotan di Liga Primer Inggris bertumpu pada satu nama yakni Mohamed Salah. Masa depan sang bintang Mesir di Liverpool itu sangat diragukan tepat ketika the Reds harus kembali ke jalur kemenangan di liga.

Liverpool menjamu Brighton di Anfield, Sabtu (13/12) malam, dalam situasi yang tidak baik-baik saja di ruang ganti. 

Kisruh internal tersebut potensial dimanfaatkan Brighton. Padahal, the Reds yang tercecer di peringkat 10 klasemen amat membutuhkan kemenangan. 

Salah mengkritik pelatih Arne Slot dan klub karena merasa dijadikan kambing hitam atas suramnya Liverpool musim ini. Pernyataan itu kemudian memecah opini publik Anfield pada saat Liverpool justru membutuhkan ketenangan serta soliditas.

Para pengkritik menilai Salah menunjukkan sisi ego dan harga diri yang kerap dimiliki para bintang tim. Situasi itu mengingatkan pada keputusan Erik ten Hag, ketika menyingkirkan Cristiano Ronaldo di Manchester United dua tahun lalu.

Laga melawan Brighton di Anfield bisa menjadi penampilan terakhir Salah. Situasinya kian panas setelah ia tiga kali beruntun tidak masuk daftar starter, lalu absen dalam lawatan Liga Champions ke markas Inter Milan.

Di saat Liverpool menang, Salah justru mengunggah foto dirinya berlatih sendirian di gym. Menjelang keberangkatannya membela Mesir di Piala Afrika, Salah mengatakan ia akan hadir di Anfield untuk mengucapkan selamat tinggal. Dia bahkan mengundang keluarga ke pertandingan tersebut.

“Saya akan berada di Anfield untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para suporter sebelum berangkat ke Piala Afrika. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat saya berada di sana," ucap Salah.

Tensi internal yang belum mereda dan rumor kepindahan ke Liga Arab Saudi kembali menguat memberi sinyal tidak ada jaminan Salag benar-benar mendapat panggung perpisahan.

Dalam kondisi seperti itu, sulit membayangkan jalan damai tanpa permintaan maaf dari Salah kepada Slot dan klub. Bukan mustahil, top skor ketiga Liverpool sepanjang masa itu tak lagi mengenakan seragam the Reds setelah dari Piala Afrika.

Chelsea Cari Angin Segar

Sementara itu, Chelsea kembali ke Stamford Bridge dengan tekad mengakhiri tren negatif ketika menghadapi Everton. Setelah kemenangan impresif atas Barcelona dan hasil bagus melawan Arsenal, performa mereka kembali melempem dalam tiga laga terakhir.

Sang pelatih Enzo Maresca menghadapi masalah konsistensi. Chelsea sudah kehilangan delapan poin dari posisi unggul di kandang yang lebih buruk dari sepanjang musim lalu.

Namun, The Blues punya modal historis. Mereka tak terkalahkan dalam 30 pertemuan kandang beruntun di liga melawan Everton. Statistik itu menjadi satu-satunya napas optimisme menghadapi the Toffees yang sedang percaya diri.

Arsenal Tak Mau Tergelincir Lagi

Pada Minggu (14/12) dini hari WIB, pemuncak klasemen Arsenal menjamu Wolves. The Gunners yang kalah dari Aston Villa pekan lalu tak mau terpeleset lagi lantaran Manchester City makin dekat di papan klasemen.

Laga kontra Wolves di atas kertas bakal berat sebelah. Wolves belum meraih kemenangan dan hanya mengumpulkan dua poin dari 15 laga.

Setelah tergelincir dari Aston Villa pekan lalu, the Gunners mengail modal bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Club Brugge di Liga Champions. Meski duet bek tengah utama, Gabriel Magalhaes dan William Saliba, masih diragukan, anak asuh Mikel Arteta tetap diunggulkan mempertahankan puncak klasemen.

City Uji Ketangguhan Palace

Pada laga lainnya di Selhurst Park, Minggu (14/12) malam, Manchester City yang mulai menanjak harus menghadapi ujian berat di Selhurst Park. Pasalnya, skuad Pep Guardiola akan bertandang ke Crystal Palace tampil sebagai kejutan liga musim ini.

Palace punya modal besar meraih 26 poin dari 15 pertandingan dan duduk di empat besar klasemen. Setelah mengalahkan Liverpool dan menjuarai Piala FA musim lalu, tim Oliver Glasner membuktikan mereka bukan tim kebetulan.

City memang tidak pernah kalah di Selhurst Park sejak 2015, namun ketatnya lini belakang Palace yang hanya kebobolan 12 gol musim ini bakal membuat duel kedua tim diprediksi ketat. (AFP/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya