Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Guardiola Ajak Suporter Padati Laga Catalunya–Palestina, Sebut Pertandingan Lebih dari Sekadar Gim

Khoerun Nadif Rahmat
15/11/2025 10:19
Guardiola Ajak Suporter Padati Laga Catalunya–Palestina, Sebut Pertandingan Lebih dari Sekadar Gim
Pep Guardiola(AFP/Glyn KIRK)

MANAJER Manchester City, Pep Guardiola, mengajak para penggemar sepak bola untuk memberikan dukungan penuh pada pertandingan persahabatan antara tim nasional Catalunya dan Palestina yang akan digelar Selasa pekan depan di Barcelona. Guardiola menilai laga tersebut bukan hanya ajang olahraga, tetapi simbol solidaritas kemanusiaan.

Guardiola menyebut Barcelona, ibu kota wilayah otonom Catalunya, sebagai kota perdamaian dan menekankan makna simbolik duel persahabatan itu.

Ia mengatakan pertandingan tersebut menjadi seruan bersama untuk solidaritas sekaligus penghormatan bagi lebih dari 400 atlet Palestina yang tewas di Gaza sejak Oktober 2023.

“Ini lebih dari sekadar pertandingan, ini adalah seruan untuk solidaritas, sebagai penghormatan kepada lebih dari 400 atlet Palestina yang telah dibunuh di Gaza. Ayo penuhi stadion!," kata Guardiola dikutip dari Anadolu Ajansi.

Laga tersebut diselenggarakan untuk mendorong persatuan sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai situasi kemanusiaan di Gaza.

Panitia mengharapkan ribuan suporter hadir, sementara sejumlah pejabat dan organisasi olahraga menegaskan pentingnya menjadikan olahraga sebagai ruang advokasi perdamaian dan martabat manusia.

Pertandingan ini juga berlangsung di tengah langkah diplomatik penting yang diambil Spanyol pada Mei lalu, ketika Madrid secara resmi mengakui negara Palestina bersamaan dengan Irlandia dan Norwegia, yang kemudian mendorong negara Barat lainnya mengikuti jejak tersebut.

Menurut Komite Olimpiade Palestina dan Asosiasi Sepak Bola Palestina, sekitar 400 atlet tewas sejak 7 Oktober 2023 hingga Juli tahun ini, termasuk 245 pemain sepak bola, 69 di antaranya anak-anak dan 176 laki-laki muda. Jumlah korban diperkirakan terus meningkat pada bulan-bulan setelahnya.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 69.000 orang dan melukai lebih dari 170.600 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya