Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ERICK Thohir seharusnya menginsyafi betul bahwa masalah akan datang karena berkukuh rangkap jabatan. Ia menolak mundur dari jabatan ketua umum PSSI sekalipun Presiden Prabowo Subianto telah memberinya amanah baru, sebagai menteri pemuda dan olahraga 2025-2029.
Mungkin ia berpikir, jika dulu bisa berjalan mulus kenapa sekarang mesti terkendala. Saat itu, Erick menjabat sebagai menteri BUMN sekaligus ketua umum PSSI dan semua bisa berjalan lancar, tanpa ada yang mengusik.
Jika demikian yang ia yakini, Erick sesungguhnya terjebak dalam pikirannya sendiri. Ketika itu, publik sebenarnya mengernyitkan kening manakala Erick yang adalah menteri BUMN tidak sungkan 'double job' sebagai ketua umum federasi sepak bola.
Hanya saja keheranan publik tidak terlalu muncul ke permukaan, lebih banyak disimpan karena enggan berpolemik. Tetapi sekarang publik sudah tidak bisa lagi untuk diam. Suara-suara yang dulu tertahan kini mulai bermunculan.
Mereka resah melihat dagelan yang sayangnya tidak lucu. Tidak lucu karena memang bukan humor melainkan buah kekerasan hati seseorang yang memilih rangkap jabatan.
Bagaimana kita tidak terpingkal-pingkal membaca judul berita "PSSI Diminta Menghadap Menpora Erick Thohir, Ada Apa?" atau
"Bahas Target Cabor di SEA Games 2025, Menpora Erick Thohir bakal Panggil PSSI" kemudian
"Soal Target Medali Emas Sepak Bola di SEA Games 2025, Menpora Suruh Tanya ke PSSI".
Bukankah itu seperti Erick Thohir akan memanggil Erick Thohir? Situasi ini sungguh menggelikan kita seolah sedang menonton sandiwara murahan. Seseorang memerankan dua tokoh sekaligus: satu orang memberi perintah yang lain menerima.
Baca juga : Disurati FIFA, Erick Thohir Pastikan Tetap Pimpin PSSI
Lalu seandainya target dari pemerintah agar cabang sepak bola membawa pulang medali gagal terlaksana, Erick Thohir selaku menpora akan menegur Erick Thohir yang adalah ketua umum PSSI.
Inilah yang menjadi kegundahan publik. Indonesia bak kekurangan orang dalam mengurus sepak bola. Bukan hanya itu, dengan menpora enggan melepas jabatan di PSSI, sepertinya dunia kepemudaan dan olahraga terlalu sempit karena bisa dikerjakan oleh menteri yang rangkap jabatan. Sebuah potret yang membuat publik bertanya, benarkah negara sebesar ini bergantung pada satu nama saja?
Ketika kritik ini disuarakan, Erick memilih membentengi dirinya sendiri. Ia mencari orang untuk disalahkan. Media massa dituding tidak dewasa. Kritik tidak dipakai untuk becermin tetapi malah dianggap sebongkah batu yang menghalangi.
"Kan kita tidur di satu rumah. Kita harus saling menghargai, harus saling menyayangi. Karena kalau kita selalu memecah diri kita, sama, kita tidak akan dewasa, selalu akhirnya konflik,” katanya kepada pewarta di Jakarta, Selasa (21/10).
Pada akhirnya, publik hanya bisa berharap, semoga suara waras tak sepenuhnya tenggelam di tengah gemuruh pembenaran diri. Kalau memang Erick sudah merasa bisa mengurus dunia kepemudaan dan olahraga sambil rangkap jabatan, publik bisa berbuat apa.
Sebaliknya, kita akan sangat mengapresiasi jika Erick bisa merasa bahwa amanah yang ia emban dari Presiden Prabowo Subianto terlalu bernilai untuk diduakan.
Indonesia yang gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 harusnya menjadi pelajaran berharga. Bahwa ada begitu banyak persoalan yang mesti dibenahi. Mulai dari tekun menapaki blue print PSSI, serius membenahi liga domestik, hingga tangkas dalam membina para pemain usia dini.
Sejatinya melepaskan rangkap jabatan bukan berarti kalah, melainkan tanda bahwa seseorang bijak dalam memilih mana yang seharusnya dipegang dan mana yang perlu dilepaskan. Tapi, menyitir ucapan Erick sendiri, mungkin justru insan perslah yang harus bisa merasa.
"Saya bilang saya di sini sebagai Menpora, nanti itu ada tupoksinya sendiri. Jadi, teman-teman belum biasa rupanya. Harus mulai biasa,” tegasnya. (P-4)
Kolaborasi tersebut diumumkan secara resmi pada acara Satria Muda Bandung Official Team & Jersey Launch 2026 di GOR C-Tra Arena, Bandung.
Kota Bandung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga.
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir masih enggan membeberkan hasil evaluasi terkait persiapan Indonesia menghadapi SEA Games 2025 Thailand.
KONTINGEN Indonesia memastikan target 80 medali emas pada SEA Games 2025 terpenuhi setelah tim kabaddi putri menundukkan Malaysia 24-23.
Menpora mengingatkan para atlet agar tidak terlena meskipun target perolehan emas harian telah terlampaui secara konsisten.
Nilai bonus untuk perak dan perunggu di SEA Games 2025 akan ditentukan kemudian setelah melalui proses kalkulasi yang cermat.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Selain Indonesia, negara lain yang menjadi tuan rumah adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved