Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DPR RI mengesahkan pemberian kewarganegaraan kepada empat atlet sepak bola putri. Mereka ialah Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, Isa Guusje Warps, dan Emily Julia Frederica Nahon.
Persetujuan itu diambil dalam sidang paripurna ke-19 DPR masa persidangan III Tahun Sidang 2024-2025. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Adies Kadir.
"Sehubungan dengan itu kami meminta persetujuan pada rapat paripurna hari ini apakah permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI atas nama Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, Isa Guusje Warps dan Emily Julia Frederica Nahon dapat disetujui?" kata Adies di Ruang Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/5).
Seluruh peserta rapat paripurna menyatakan setuju. Hasil rapat itu akan ditindaklanjuti dengan mekanisme yang berlaku.
"Selanjutnya persetujuan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," ucap Adies.
Sebelumnya, persetujuan itu sudah diambil dalam rapat di Komisi X DPR. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan alasan naturalisasi ini. Indonesia ingin lolos ke Piala Dunia sepak bola putri pada 2027.
"Kalau kita juga lolos daripada kualifikasi ini di tahun 2026 itu akan ada kejuaraan Asia Cup yang akan diikuti 16 negara. Dan Asia mendapat jatah untuk Piala Dunia putri tahun 2027, yaitu 6. Jadi ya kembali kalau ambisius mohon maaf dari 16 chance-nya 30 persen," ujar Erick saat rapat di Komisi X DPR, Senin, 26 Mei 2025.
Erick mengatakan Indonesia bisa mengikuti jejak Filipina yang Timnas sepak bola putrinya termasuk diperhitungkan di Asia. Selama ini kompetisi sepak bola putri didominasi oleh Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Tiongkok, Australia, dan Filipina.
"Kami memberanikan diri seperti prianya, kita ingin mencoba membangun tim nasional wanita kita untuk bis setara dengan tim pria kita dan juga bisa setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia," ujar Erick.
Erick bersyukur mendapatkan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bisa mendukung kemajuan sepak bola putri. "Kita punya timnas baik putra dan putri yang sama, tidak ada diskriminasi. Kita juga didukung penuh baik pemerintah dan swasta," kata Erick. (Fah/P-3)
Meski tersingkir dari perebutan gelar, Indonesia masih memiliki satu laga tersisa untuk memperebutkan medali perunggu.
Kemenangan 3-1 ditorehkan Garuda Pertiwi atas Singapura di Stadion Chonburi, Thailand, Minggu (7/12). Hasil itu menjaga peluang Indonesia untuk melaju ke semifinal SEA Games 2025.
Timnas putri Indonesia menghuni posisi juru kunci klasemen sementara Grup A sepak bola putri SEA Games 2025, setelah kalah telak 0-8 dari tuan rumah Thailand.
Thailand, yang merupakan tim tuan rumah dan peringkat 53 dunia, akan dihadapi Indonesia pada hari ini, Kamis (4/12), pukul 18.30 WIB di Stadion Chonburi.
Jumlah ini menyusut dari delapan pemain diaspora yang tergabung dalam pemusatan latihan Garuda Pertiwi yang terdiri dalam 36 pemain.
Timnas putri Indonesia menang 2-1 atas timnas Nepal di pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (26/11).
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
Penambahan TKD ini merupakan realisasi dari usulan Mendagri kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI.
Hingga saat ini pembahasan resmi RUU Pemilu belum terlihat jelas di tingkat parlemen.
Sejak akhir tahun lalu masyarakat sipil telah menyusun naskah usulan kodifikasi UU Pemilu sebagai referensi bagi DPR dan pemerintah.
Penaikan iuran JKN bagi peserta mandiri belum tepat dilakukan dalam waktu dekat. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tekanan.
Selain RUU Perampasan Aset, Dasco menyebut DPR RI juga menyiapkan pembahasan sejumlah rancangan undang-undang lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved