Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
CARLO Ancelotti akan resmi mengambil alih jabatan pelatih tim nasional Brasil mulai 26 Mei mendatang. Pelatih asal Italia ini ditunjuk untuk membawa Selecao kembali meraih kejayaan di Piala Dunia 2026—gelar yang terakhir kali mereka raih pada tahun 2002.
Setelah memecat Dorival Junior pada Maret lalu usai kekalahan telak 1-4 dari Argentina di kualifikasi, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) berharap besar pada tangan dingin Ancelotti. Berikut tiga alasan yang menguatkan peluang sukses sang pelatih bersama Brasil:
1. Kepribadian Tenang dan Dihormati
Ancelotti dikenal sebagai sosok pelatih yang tenang dan penuh wibawa. Gaya kepemimpinannya yang tidak meledak-ledak, seperti yang ia tuangkan dalam bukunya Quiet Leadership, membantunya sukses di klub-klub besar seperti Real Madrid, Chelsea, Bayern Muenchen, dan Paris Saint-Germain (PSG).
Dengan tekanan yang besar di pundak Brasil, terutama karena Argentina saat ini berstatus juara dunia, karakter Ancelotti dinilai cocok untuk mengelola ekspektasi tinggi.
Legenda Brasil, Zico, pernah menyebut Ancelotti sebagai figur ideal karena dihormati oleh semua kalangan. Kemampuan Ancelotti membangun relasi personal dengan pemain membuatnya diyakini mampu memaksimalkan potensi skuad Brasil yang dipenuhi talenta muda.
“Ia memahami bahwa pemain adalah kunci utama, lebih dari sekadar taktik,” ujar Zico pada 2023.
2. Koneksi Kuat dengan Generasi Baru Brasil
Dengan kemungkinan absennya Neymar pada Piala Dunia 2026 karena usia dan cedera, generasi muda Brasil akan menjadi tumpuan. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Rodrygo Goes, Eder Militao, dan Endrick sudah akrab dengan gaya kepelatihan Ancelotti di Real Madrid.
Vinicius, yang kini menjadi salah satu bintang utama di La Liga, berkembang pesat di bawah arahan Ancelotti. Rodrygo dan Militao pun turut meraih dua gelar Liga Champions bersama pelatih berusia 65 tahun itu. Endrick, bintang muda yang telah mencetak tiga gol untuk Brasil, juga tampil apik di musim debutnya bersama Madrid.
Kedekatan emosional dan pengalaman bersama para pemain ini memberi keunggulan tersendiri bagi Ancelotti dalam membangun tim nasional yang solid.
3. Rekam Jejak Gemilang
Ancelotti sudah mengukir sejarah sebagai satu-satunya pelatih yang mampu menjuarai lima liga top Eropa yaitu di Spanyol, Inggris, Italia, Jerman, dan Prancis. Kini, menangani tim nasional menjadi tantangan baru yang belum pernah dicapainya.
Meski sempat keluar dari lingkaran elite setelah menangani Everton pada 2019, ia kembali ke Real Madrid pada 2021 dan membuktikan kapasitasnya dengan meraih sederet gelar, termasuk dua gelar Liga Champions tambahan.
Dengan total lima gelar Liga Champions sebagai pelatih, Ancelotti menjadi pelatih yang paling banyak mempersembahkan trofi Si Kuping Besar dalam sejarah. Menambahkan Piala Dunia ke dalam koleksi trofinya berpeluang menjadi penutup sempurna bagi karier manajerialnya yang luar biasa. (AFP/I-1)
Perseteruan antara UEFA dan Real Madrid berawal pada April 2021 ketika Los Blancos menjadi salah satu dari 12 klub elite yang memelopori pembentukan Liga Super Eropa.
Selama membela Lyon, Endrick menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Ia berhasil menjawab kepercayaan pelatih dengan torehan lima gol hanya dalam enam penampilan.
Vitinha dinilai sebagai sosok yang paling ideal untuk mengisi kebutuhan taktis Real Madrid.
Real Madrid menjaga persaingan di papan atas klasemen La Liga Spanyol setelah meraih kemenangan atas Valencia
Hugo Duro buka suara terkait kekalahan pahit Valencia dari Real Madrid di Mestalla.
Bintang muda Real Madrid, Alvaro Carreras, bicara soal gol pembukanya ke gawang Valencia dan pujian setinggi langit untuk Kylian Mbappe.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved