Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH timnas Inggris Gareth Southgate akan mengevaluasi permainan The Three Lions usai ditahan imbang Denmark di laga Euro 2024.
Inggris bermain imbang 1-1 dengan Denmark dalam pertandingan kedua Grup C Piala Eropa 2024, yang berlangsung di Deutsche Bank Park, Frankfurt, Kamis (20/6) malam WIB.
"Kami berjuang untuk memiliki kendali dalam tempo permainan ini, dan itu mengarah pada kinerja tim, yang sayangnya, begitu kurang tenang. Permainan kami harus lebih baik jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen," ujar Southgate dikutip dari laman resmi Euro 2024, Jumat (21/6).
Baca juga : Inggris dan Denmark Bermain Imbang 1-1 di Laga Grup C Euro 2024
Southgate merasa tidak puas dengan gaya permainan Harry Kane dan kawan-kawan yang kurang melakukan pressing dan kerap kehilangan momentum meski telah menguasai bola.
Menurut Southgate, gaya permainan yang ditunjukkan Inggris dalam dua pertandingan terakhir masih jauh dari gaya permainan yang dia inginkan
"Jelas permainan ini tidak sebagus yang kami harapkan. Saat ini, kami tidak menggunakan penguasaan bola dengan cukup baik dan ada level lain yang perlu kami temukan. Kami harus memberi tekanan (saat merebut) pada tim lebih baik daripada yang kami miliki dalam dua pertandingan ini. Saat ini kami tidak mengalirkan bola seperti yang kami inginkan," papar Southgate.
Baca juga : Kobbie Mainoo Mengaku Belajar Banyak dari Christian Eriksen
Dengan waktu yang tersisa hingga menghadapi Slovenia pada pertandingan ketiga, Southgate berjanji akan menemukan solusi atas buntunya permainan dari The Three Lions yang sejauh ini hanya mampu mencetak dua gol dalam dua pertandingan.
Dengan hasil imbang melawan Denmark, Inggris masih berada di puncak klasemen grup C dengan mengemas empat poin hasil dari satu kali menang dan satu kali seri.
Sementara itu, Denmark kini menempati peringkat kedua dengan mengemas dua poin hasil dari dua kali seri dalam dua pertandingan. (Ant/Z-1)
Di usia 33 tahun, delapan bulan, dan 30 hari, Lucy Bronze adalah pemain tertua timnas Inggris di Piala Eropa Putri 2025 dan bermain 598 menit sepanjang Piala Eropa Putri.
Kemenangan di Piala Eropa Putri ini menegaskan dominasi timnas Inggris di kancah sepak bola putri Eropa, sekaligus menambah koleksi gelar mereka menjadi dua kali berturut-turut.
Kemenangan ini menandai sejarah bagi timnas Inggris sebagai tim kedua setelah Jerman yang mampu menjuarai Piala Eropa Putri secara beruntun (2022 dan 2025).
Gol Aitana Bonmati di babak tambahan waktu mengantarkan timnas Spanyol meraih kemenangan 1-0 atas timnas Jerman di semifinal Piala Eropa Putri 2025, Kamis (24/7) dini hari WIB.
Chloe Kelly mencetak gol penentu kemenangan timnas Inggris pada menit ke-119, menyambar bola muntah hanya setelah kiper Italia Laura Giuliani berhasil menyelamatkan tendangan penaltinya.
Kiper timnas Jerman Ann-Katrin Berger menahan dua eksekusi penalti pemain timnas Prancis saat babak adu penalti perempat final Piala Eropa Putri.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
Ia merasa tidak pantas untuk diganti pendatang baru di ‘Three Lions’, Morgan Rogers.
Puncak pencapaian Sarina Wiegman terjadi pada musim panas lalu, saat ia sukses membawa timnas Inggris keluar sebagai juara Euro Putri 2025.
Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menargetkan timnya keluar sebagai juara Grup L pada Piala Dunia 2026.
Harry Kane menilai skuad Inggris saat ini merupakan yang terbaik selama 10 tahun kariernya di tim nasional.
Thomas Tuchel menegaskan pentingnya perilaku setelah Jude Bellingham menunjukkan kekecewaan saat ditarik keluar dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Albania.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved