Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH timnas Senegal Aliou Cisse merasa sangat terpukul setelah gagal membawa timnya mempertahankan trofi Piala Afrika.
Kepastian ini didapatkan setelah Senegal ditaklukkan tim tuan rumah Pantai Gading melalui drama adu penalti 4-5 seusai bermain sama kuat 1-1 pada waktu normal di Stade Charles Konan Banny de Yamoussoukro, Selasa (30/1) WIB.
"Saya kecewa setelah hasil ini, terutama bagi para pemain kami. Kami datang ke sini untuk memenangkan gelar dan bermain untuk rakyat kami. Itulah sepak bola, pada tahun 2022, kami bahagia, dan pada tahun 2024, yang terjadi sebaliknya,” kata Cisse, melansir dari laman resmi CAF.
Baca juga : Pantai Gading Kalahkan Senegal Lewat Adu Penalti
“Mohon maaf kepada para pemain dan kepada masyarakat Senegal. Sulit melihat para pemain menangis di ruang ganti,” tambahnya.
Cisse menilai laga babak 16 besar itu berjalan mengecewakan, terlebih timnya hampir unggul sepanjang waktu normal melalui gol Habib Diallo (4’) sebelum kemudian disamakan oleh gol penalti Franck Kessie (86’) di menit-menit akhir.
Baca juga : Kamerun Tersingkir dari Piala Afrika, Andre Onana Langsung Pulang ke Manchester United
Memasuki babak adu penalti, Moussa Niakhite menjadi satu-satunya algojo yang gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Hal ini membuat Pantai Gading menang 5-4 di babak adu tos-tosan.
“Pertandingan itu aneh dan rumit, kami bisa saja memenangkan pertandingan. Kami kalah dalam adu penalti, kami mempertahankan keunggulan hingga 5 menit terakhir pertandingan,” ucap Cisse.
“Saya kecewa setelah kekalahan ini, terutama setelah penampilan yang kami tunjukkan selama pertandingan dan sejak pertandingan pertama kompetisi,” lanjutnya.
Sementara itu, kemenangan ini sangat disyukuri pelatih Pantai Gading Emerse Fae. Ia ingin kemenangan ini menjadi motivasi kuat pasukan Les Elephants untuk terus melaju sejauh mungkin di Piala Afrika edisi tahun ini saat menjadi tuan rumah.
"Lolos dari babak penyisihan grup setelah kemenangan Maroko memberi kami kepercayaan diri. Kami mengalahkan Senegal dan menyingkirkan mereka; semangat kerja bagus. Kami tidak boleh berhenti di sini, kami harus terus bekerja, mempertahankan semangat yang telah kami peroleh, dan terus bermain pertandingan demi pertandingan,” kata Fae.(Ant/Z-4)
Winger Manchester United, Amad Diallo, tampil gemilang saat membawa Pantai Gading menundukkan Burkina Faso 3-0 pada babak 16 besar Piala Afrika yang digelar di Marrakesh.
Laga pemungkas Grup F Piala Afrika 2025 antara Gabon vs Pantai Gading berlangsung dramatis di Grand Stade de Marrakech.
Gol penentu kemenangan Aljazair dicetak kapten tim Riyad Mahrez.
Kamerun sukses menahan imbang juara bertahan Pantai Gading 1-1 di Marrakech. Gol indah Amad Diallo dibalas oleh Junior Tchamadeu.
Mantan Ibu Negara Pantai Gading, Simone Gbagbo mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu Oktober mendatang.
TUAN rumah Piala Afrika 2023 Pantai Gading sukses keluar sebagai kampiun. Sang pelatih Emerse Fae memuji timnya yang ia sebut sebagai para penyintas yang ajaib.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Tim nasional Nigeria berhasil mengamankan medali perunggu Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menundukkan Mesir melalui drama adu penalti di Stadion Mohammed V, Casablanca, Sabtu (17/1/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved