Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH tim U-20 Indonesia Shin Tae-yong meminta pengertian dari klub-klub agar segera melepas pemainnya yang dipanggil ke pemusatan latihan untuk Piala Dunia U-20. Pelatih asal Korea Selatan itu tidak ingin polemik pemusatan latihan jangka panjang pemain kembali muncul karena bisa mengganggu persiapan turnamen sepak bola dunia usia 20 tahun di Indonesia yang akan digelar 20 Mei hingga 11 Juni mendatang.
Pada pemusatan latihan untuk Piala Asia di Uzbekistan 2023 lalu, sejumlah klub sulit melepas pemainnya untuk bergabung ke skuad Shin Tae-yong. Pelatih klub merasa dirugikan karena banyak pemain intinya yang masih mengikuti kompetisi Liga 1 bergabung ke skuad tim U-20 Indonesia untuk mengikuti program pemusatan latihan jangka panjang.
Akibatnya, sejumlah pemain baru bisa bergabung jelang keberangkatan ke Uzbekistan, bahkan ada yang tidak bisa bergabung. Kegagalan Tim U-20 lolos fase grup Piala Asia dinilai Shin Tae-yong karena tidak lengkapnya pemain yang ikut di turnamen tersebut
Baca juga: 29 Pemain Ikuti Pemusatan Latihan Untuk Piala Dunia U-20
Untuk persiapan Piala Dunia U-20, Shin memanggil 29 pemain yang didominasi oleh pemain yang dipanggil pada Piala Asia U-20 2023 lalu. Pemusatan latihan akan dimulai hari ini, Senin (20/3) di Jakarta dan akan dilanjutkan ke Korea Selatan.
"Kami akan lebih siapkan lebih matang lagi jika ingin prestasi lebih baik lagi. Saya minta tolong untuk semua klub bisa lepas pemain agar tidak terjadi lagi seperti pemusatan latihan sebelumnya (Piala Asia U-20). Tolong agar tidak terjadi kedua kali. Minta tolong kerja sama klub, agar saya tidak terlalu stres," kata Shin di acara peluncuran kerja sama Wall’s dengan PSSI untuk Piala Dunia U-20 di Jakarta, Senin (20/3).
Baca juga: Turnamen Pemanasan Liga 2 dan Liga 3 Digelar Juni
Meski gagal di Piala Asia U-20, Shin menilai ada harapan baik dari pemainnya untuk bisa tetap bersaing di Piala Dunia U-20. Shin mencontohkan, pemainnya bisa memberikan perlawanan ke finalis Uzbekistan dan Irak saat berlaga di fase grup.
Skuad Garuda Nusantara saat itu bermain imbang 0-0 melawan rumah Uzbekistan dan kalah dari Irak 0-2. Uzbekistan akhirnya menjadi juara Piala Asia U-20 usai mengalahkan Irak 1-0 di partai final.
"Memang kami tidak lolos dan gugur di fase grup. Secara pribadi saya melihat ada harapan besar malalui turnamen itu. Uzbekistan dan Irak yang ada di grup kami bisa ke final. Lawan mereka kita tidak kalah banyak juga," kata Shin.
Direkrut Teknik PSSI Indra Sjafri menambahkan, ada dinamika yang terjadi dalam persiapan Piala Asia U-20 antara klub dan jajaran pelatih Tim U-20 Indonesia. Namun, di Piala Dunia U-20, sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan bisa lolos fase grup. Indra berharap, para klub bisa mengerti dan mementingkan kebutuhan tim nasional dengan melepas para pemainnya.
"Kita sebagai tuan rumah Piala Dunua U-20 dituntut prestasi. Saya sepakat kalau pembinaan pemain memang lebih baik di klub. Tapi ini kondisinya beda. Saya tahu bagaimana pembinaan muda kita. Kalau di Eropa, tanpa pemusatan latihan pun enggak masalah. Jadi saya berharap pengertian klub untuk kepentingan timnas," kata Indra.
Baca juga: PSTI Kecewa dengan Vonis Bebas Tragedi Kanjuruhan
Selain mematangkan persiapan tim, Shin berharap mendapat lawan mudah di fase grup nanti. Undian pembagian grup Piala Dunia U-20 akan digelar 31 Maret mendatang di Bali.
"Jujur saya maunya (lawan klub) yang lebih mudah. Saya sudah ada pengalaman Piala Dunia U-20 2017 di Korea. Lalu piala dunia senior 2018 di Rusia. Memang apa yang kami mau (dapat lawan mudah itu belum tentu terjadi. Saya berharap dapat lawan lebih mudah," kata Shin.
Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat keistimewaan tergabung di Pot 1 bersama Uruguay, Amerika Serikat, Prancis, Senegal dan Italia. Artinya, negara-negara itu tidak akan bertemu dengan Indonesia di fase grup. Namun, jika melihat persebaran kontestan di pot kedua, ketiga, dan keempat, Indonesia tetap berpotensi untuk menghadapi lawan-lawan yang punya kekuatan mentereng di dunia.
Di pot dua, ada lawan-lawan tanggung ditempati Inggris, Korea Selatan, Selandia Baru, Brasil, Kolombia, hingga Ekuador. Di pot 3, ada Nigeria, Jepang, Uzbekistan, Irak, Honduras dan Fiji. Sementara di pot 4 ada Guatemala, Republik Dominika, Gambia, Israel, Slovakia dan Tunisia. (Mal/Z-7)
Klub asal Spanyol, Burela FS, dilaporkan tertarik untuk merekrut pemain timnas futsal Indonesia Israr Megantara.
FIFA Series merupakan turnamen dua tahunan yang dirancang untuk mempertemukan negara-negara dari konfederasi yang berbeda.
Santo Kits dan Nevis, yang saat ini menempati peringkat 154 dunia, diprediksi akan memberikan tantangan fisik yang berbeda bagi para penggawa timnas Indonesia.
Nova Arianto menekankan bahwa keberlanjutan program dan pembangunan mentalitas pemain harus tetap menjadi prioritas utama bagi pelatih baru demi menjaga mimpi menuju Piala Dunia.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Promosi Nova ke timnas U-20 menyisakan kekosongan di kursi pelatih timnas U-17.
PSSI baru saja mengumumkan penunjukan Nova Arianto sebagai pelatih baru Timnas Indonesia U-20. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Nova layak memimpin timnss Indonesia di level U-20.
PSSI resmi mengangkat Nova Arianto sebagai pelatih baru timnas Indonesia U-20. Keputusan itu diumumkan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji.
Coach Nova dan para pemain timnas U-17 ini akan menjadi kerangka untuk timnas U-20.
MAJELIS Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap terdakwa mantan pemain Timnas U-20 Irfan Raditya.
PENGAMAT sepak bola nasional Kesit B Handoyo menilai Gerarld Vanenburg menjadi sosok yang tepat menggantikan Indra Sjafri di kursi pelatih timnas U-20 Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved